Nuanu Creative City Rilis Laporan Dampak 2025, Tandai Satu Tahun Operasi Publik di Bali
REPORT - Nuanu Creative City resmi merilis Laporan Dampak 2025, menandai satu tahun penuh pertama kawasan ini beroperasi secara terbuka untuk publik di Bali/ HO to Avnmedia.id
Kontribusi ini setara dengan pencegahan sekitar 192 ton emisi CO₂e, serta menjadi bagian dari transisi jangka panjang menuju elektrifikasi penuh.
Pengelolaan Sampah dan Reforestasi Berkelanjutan
Dalam pengelolaan limbah, Nuanu mencatat tingkat daur ulang hingga 94,84 persen.
Sebanyak 84,65 ton sampah berhasil didaur ulang, sementara 1.085 ton sampah organik diproses melalui pengomposan dan dialihkan untuk mendukung pertanian lokal.
Upaya restorasi ekosistem juga dilakukan melalui metode Miyawaki, dengan penanaman 1.015 pohon tanaman asli untuk memperkuat keanekaragaman hayati dan ketahanan lingkungan jangka panjang.
Agastya Yatra, Head of Environment Nuanu, menyebut 2025 sebagai fase pendalaman sistem.
“Pada 2026, fokus kami adalah memastikan sistem ini matang sepenuhnya, dengan hasil yang akuntabel dan siap menjadi peta jalan baru,” ujarnya.
Dampak Sosial: Investasi Jangka Panjang untuk Komunitas

Selain lingkungan, dampak sosial menjadi pilar utama dalam Laporan Dampak 2025.
Rp5,6 Miliar untuk Program Sosial dan Budaya
Melalui Nuanu Social Fund (NSF), lebih dari Rp5,6 miliar dialokasikan untuk program pendidikan, seni budaya, kesejahteraan komunitas, dan penguatan mata pencaharian.
Sebanyak 62,9 persen dari total pendanaan difokuskan pada sektor seni dan budaya, menegaskan peran industri kreatif sebagai penggerak koneksi sosial dan ekonomi lokal.
Pendidikan, Kesehatan, dan Mata Pencaharian



