Masuk 30 Under 30, Dicky Ahmad Ghiffari Ubah Cara Industri Melihat PR
Dicky Ahmad Ghiffari - Bagi Dicky, masuk dalam daftar 30 Under 30 bukanlah garis akhir. Ia melihat pencapaian ini sebagai titik awal untuk proyek-proyek yang lebih besar/ HO to Avnmedia.id
Model ini berangkat dari satu premis: dampak komunikasi tidak selalu ditentukan oleh besarnya budget, tetapi oleh keselarasan antara brand, kreator, dan cerita.
Melalui pendekatan ini, ia berhasil menghasilkan lebih dari Rp1,5 miliar PR value dan 4,6 juta impresi dari berbagai proyek lintas industri.
Di tengah industri yang masih sering mengukur keberhasilan PR dari besaran belanja media, pendekatan ini menjadi alternatif yang semakin relevan—terutama di era konten organik dan ekonomi kreator.
Mendorong PR Jadi Engine Bisnis
Di Gushcloud Indonesia, kontribusi Dicky tidak berhenti di level kampanye. Ia juga berperan dalam mendorong transformasi fungsi PR menjadi unit bisnis yang menghasilkan pendapatan.
Ia memimpin proses pitch yang menghasilkan retainer PR pertama untuk klien teknologi global, sekaligus membuka jalan bagi ekspansi bisnis di divisinya.
Momentum ini berlanjut pada 2025 dengan tambahan dua retainer baru.
Pada tahun yang sama, Dicky juga meraih sejumlah penghargaan industri, termasuk PR Rookie of the Year dan Digital PR Excellence Awards, yang semakin menguatkan posisinya sebagai rising talent di sektor komunikasi.
Bangun Budaya dan Regenerasi Talenta
Di luar capaian bisnis, Dicky juga aktif membangun ekosistem kerja yang lebih inklusif dan kolaboratif.
Ia melibatkan anggota tim junior dalam proses negosiasi dan presentasi klien, membuka ruang belajar langsung dari pengalaman nyata.





