Mandalika Aktif 270 Hari Setahun, Apa yang Terjadi di Balik Layar Sirkuit?

LINTASAN - Fenny menilai teknologi tidak hanya berbicara mengenai peningkatan performa, tetapi juga reliability dan durability/ HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.ID -  Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya sibuk ketika ajang MotoGP berlangsung.

Sepanjang 2025, sirkuit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tercatat digunakan untuk berbagai kegiatan selama 270 hari.

Aktivitas tersebut membuat pekerjaan di Mandalika tidak berhenti ketika pembalap meninggalkan lintasan.

Di balik balapan dan berbagai event yang digelar, terdapat pekerjaan teknis yang harus terus berjalan. Kendaraan operasional harus dipastikan siap, peralatan perlu diperiksa, area kerja harus dirawat, sementara perangkat keselamatan harus memenuhi standar motorsport internasional.

Dengan panjang lintasan mencapai 4,3 kilometer dan memiliki 17 tikungan, Mandalika menjadi venue berbagai kegiatan motorsport, mulai dari MotoGP, Asia Road Racing Championship hingga kegiatan motorsport nasional dan aktivitas lainnya.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan maintenance menjadi bagian penting dalam operasional sirkuit.

“Sebagai pengelola sirkuit, kesiapan tidak hanya dibutuhkan ketika event berlangsung, tetapi juga dalam proses persiapan dan pemeliharaan sehari-hari,” ujar Direktur Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Donny Mahardjono.

270 Hari Aktivitas, Sirkuit Harus Selalu Siap

Tingginya tingkat pemanfaatan sirkuit membuat Mandalika harus menjaga kesiapan sepanjang tahun.

Sirkuit tidak bisa diperlakukan seperti venue yang hanya dipersiapkan beberapa hari sebelum acara. Setelah satu event selesai, pekerjaan berikutnya sudah menunggu.

Kendaraan operasional, fasilitas pendukung, area kerja hingga perangkat keselamatan harus diperiksa secara berkala.

Dalam konteks motorsport internasional, aspek tersebut menjadi semakin penting karena standar keselamatan tidak hanya berlaku saat balapan berlangsung.

Menurut Donny, standar yang ditetapkan Federasi Internasional Sepeda Motor atau FIM harus dijaga secara konsisten.

“Di MotoGP, detail kecil bisa menjadi bagian dari keselamatan. Karena itu, standar yang ditetapkan FIM harus kami jaga secara konsisten, bukan hanya saat balapan,” ujar Donny.

Menurut dia, kondisi lintasan, run-off area, perangkat keselamatan hingga kesiapan operasional harus dipastikan berada dalam kondisi terbaik.

Teknisi dan Peralatan Jadi Bagian Penting

Kesiapan sirkuit juga bergantung pada kemampuan teknisi dan peralatan yang digunakan.

Teknisi dituntut memiliki kompetensi untuk bekerja dengan standar tinggi. Sementara peralatan harus mampu mendukung proses perawatan dan pemeriksaan secara presisi serta aman.

Kebutuhan tersebut mencakup berbagai jenis pekerjaan.

Untuk kendaraan operasional, misalnya, teknisi membutuhkan cordless tools, impact wrench, hingga grinder untuk mendukung pekerjaan perawatan dan perbaikan.

Sementara pemeriksaan komponen tertentu membutuhkan perangkat inspeksi yang dapat membantu menemukan kondisi yang tidak selalu terlihat secara kasatmata.

Karena itu, thermal camera dan inspection camera juga menjadi bagian dari kebutuhan inspeksi.

Pekerjaan pemeliharaan kemudian meluas ke area sekitar kendaraan dan tempat kerja.

Pressure washer, blower dan industrial vacuum digunakan untuk membantu menjaga kebersihan serta kondisi kendaraan dan area operasional.

Komponen kendaraan seperti aki dan wiper juga menjadi bagian dari pemeliharaan agar kendaraan operasional selalu siap digunakan.

Bosch Masuk ke Ekosistem Maintenance Mandalika

Kebutuhan tersebut kemudian menjadi bagian dari kolaborasi antara Bosch Indonesia dan MGPA.

Bosch menyediakan solusi Bosch Power Tools dan Bosch Mobility Aftermarket untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan kendaraan serta operasional di lingkungan sirkuit.

Solusi tersebut mencakup kebutuhan teknis, pemeriksaan, perbaikan hingga pemeliharaan kendaraan dan area kerja.

Bagi pengelola sirkuit, dukungan teknologi menjadi salah satu faktor yang dapat membantu pekerjaan teknis dilakukan secara lebih aman dan efisien.

“Dukungan peralatan dengan teknologi terkini yang sesuai membantu tim kami menjalankan berbagai pekerjaan teknis dan pemeliharaan secara lebih aman dan safety,” kata Donny.

Teknologi Otomotif Tak Hanya Bicara Kendaraan

Bosch melihat kebutuhan di lingkungan motorsport sebagai bagian dari ekosistem otomotif yang lebih luas.

Performa kendaraan di lintasan tidak berdiri sendiri. Ada rangkaian pekerjaan maintenance, inspeksi, komponen dan peralatan yang harus bekerja secara bersamaan.

Country Head of Corporate Communications & Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Sofyan, mengatakan teknologi otomotif perlu dilihat sebagai satu ekosistem.

“Kami melihat kebutuhan di lingkungan automotive sebagai satu ekosistem yang saling terhubung. Bukan hanya bagaimana teknisi melakukan pekerjaan maintenance dengan tools yang tepat, tetapi juga bagaimana kendaraan tetap dalam kondisi optimal melalui komponen yang tepat dan penggantian yang dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Fenny.
Menurutnya, Bosch Power Tools dan Mobility Aftermarket dikembangkan untuk mendukung kebutuhan profesional, mulai dari pekerjaan teknis hingga pemeliharaan kendaraan.

Maintenance dan Safety Jadi Investasi Operasional

Tingginya aktivitas Mandalika menunjukkan bahwa pemeliharaan sirkuit bukan sekadar pekerjaan pendukung.

Ketika sebuah venue motorsport digunakan hingga ratusan hari dalam setahun, kesiapan peralatan dan kendaraan menjadi bagian dari keberlangsungan operasional.

Dalam lingkungan motorsport, keandalan peralatan juga berkaitan langsung dengan aspek keselamatan.

Fenny menilai teknologi tidak hanya berbicara mengenai peningkatan performa, tetapi juga reliability dan durability.

Dalam setiap pekerjaan teknis, peralatan yang dapat diandalkan menjadi salah satu faktor pendukung bagi profesional untuk bekerja sesuai standar keselamatan.

Sebab, ketika lampu start menyala dan kamera kembali menyorot pembalap, sebagian besar pekerjaan untuk memastikan sirkuit dan kendaraan siap digunakan sebenarnya telah berlangsung jauh sebelumnya.

Di balik 270 hari aktivitas Mandalika sepanjang 2025, ada ekosistem maintenance yang terus bergerak: teknisi, peralatan, inspeksi, kendaraan, komponen hingga standar keselamatan.

Dan bagi industri otomotif, aktivitas tersebut membuka ruang bisnis yang lebih luas dari sekadar kendaraan yang berlaga di lintasan. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business Kepercayaan Pemilik Properti Menguat, PRISM Bawa Palette ke Jabodetabek
by Adrian Jasman2026-08-31 17:00:00

PRISM hadirkan Palette Citra Inn di Jabodetabek, perkuat bisnis dan kemitraan pemilik properti.

image
Business Bukan Cuma Modal, Begini Cara UMKM Bali Masuk ke Ekosistem Bisnis Nuanu
by Adrian Jasman2026-08-28 22:34:36

Komisi VII soroti akses modal UMKM dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Bali.