L'Oréal Buka Kompetisi Beauty Tech 2026, Startup Indonesia Berpeluang Akses 35 Pasar Internasional

Melalui program L’Oréal SAPMENA Big Bang Beauty Tech Innovation Program 2026, startup Tanah Air diajak menghadirkan solusi inovatif yang dapat menjawab kebutuhan konsumen modern sekaligus mempercepat transformasi digital sektor beauty/ HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.ID -  Raksasa industri kecantikan global, L'Oréal, kembali membuka peluang bagi startup Indonesia untuk menembus pasar internasional melalui program L'Oréal SAPMENA Big Bang Beauty Tech Innovation Program 2026.

Program inovasi terbuka yang memasuki tahun ketiga pelaksanaannya di kawasan South Asia Pacific, Middle East and North Africa (SAPMENA) itu menjadi pintu masuk bagi startup teknologi untuk mengembangkan solusi bisnis di industri kecantikan yang terus bertumbuh dan semakin terdigitalisasi.

Startup terpilih tidak hanya berkesempatan menjalankan proyek komersial bersama salah satu dari 40 brand global milik L'Oréal, tetapi juga memperoleh akses ke 35 pasar internasional, pendampingan bisnis selama satu tahun, hingga jejaring strategis dengan perusahaan teknologi dunia.

Presiden Direktur L'Oréal Indonesia, Benjamin Rachow, mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat inovasi Beauty Tech di kawasan.

"Indonesia memiliki talenta dan semangat inovasi yang luar biasa. Melalui program ini kami ingin membuka akses bagi startup Indonesia untuk mengembangkan solusi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan bisnis serta konsumen yang terus berkembang," ujarnya dalam keterangan resmi.

Industri Kecantikan Rp174,5 Triliun Jadi Peluang Startup

Program ini hadir di tengah pertumbuhan industri kecantikan nasional yang terus menunjukkan tren positif.

Nilai pasar kecantikan dan perawatan personal Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai Rp174,5 triliun dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 5,5 persen per tahun.

Besarnya pasar tersebut membuka ruang bagi berbagai inovasi baru, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), teknologi personalisasi produk, hingga solusi berbasis data yang mampu meningkatkan pengalaman konsumen.

Di sisi lain, Indonesia saat ini memiliki lebih dari 33.000 startup, menjadikannya salah satu ekosistem startup terbesar di Asia Tenggara.

Namun, tantangan utama yang masih dihadapi banyak startup bukan hanya pengembangan teknologi, melainkan akses terhadap pasar, validasi model bisnis, serta peluang komersialisasi dalam skala yang lebih luas.

 

Jembatan Startup Menuju Pasar Global

Chief of Corporate Digital Marketing L'Oréal Indonesia, Isabel Falco, menilai banyak startup memiliki inovasi yang menjanjikan tetapi belum memiliki akses yang memadai untuk berkembang secara komersial.

Melalui Big Bang Beauty Tech Innovation Program, L'Oréal mencoba menjembatani kesenjangan tersebut dengan membuka peluang kolaborasi langsung antara startup dan unit bisnis perusahaan.

"Banyak startup memiliki ide yang kuat, namun membutuhkan akses ke pasar dan mitra yang tepat untuk berkembang. Melalui program ini, kami ingin membantu startup menguji solusi mereka dalam konteks bisnis nyata," katanya.

Startup peserta dapat mengajukan solusi inovasi dalam lima kategori utama, yakni:

  • Connected Brand Experience
  • Creators & Affiliates
  • AI-Powered Commerce
  • Science for Beauty
  • Innovation for Good

Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti tahapan kompetisi regional hingga Grand Finale di Singapura.

Peluang Pilot Project Bersama Brand Global

Salah satu daya tarik utama program ini adalah kesempatan menjalankan pilot project komersial yang didanai penuh bersama brand-brand internasional L'Oréal.

Model ini memungkinkan startup menguji produk atau teknologi mereka langsung pada skala bisnis yang nyata.

Selain itu, startup terpilih juga akan memperoleh mentoring dari para pemimpin senior L'Oréal serta mitra strategis seperti Google, Meta, dan Accenture.

Sejumlah startup dari cohort sebelumnya telah membuktikan efektivitas program tersebut.

Startup asal Uni Emirat Arab, Halo AI, misalnya berhasil mengembangkan solusi kecerdasan buatan yang menghubungkan brand dan kreator secara lebih efektif.

Sementara startup Australia, Heatseeker, menghadirkan teknologi eksperimen pasar yang mempercepat pengumpulan insight konsumen.

Hingga saat ini, tujuh startup alumni program masih menjalankan proyek komersial bersama berbagai brand di bawah naungan L'Oréal.

Strategi L'Oréal Mendorong Masa Depan Beauty Tech

Sebagai perusahaan kecantikan terbesar di dunia dengan pengalaman lebih dari 117 tahun, L'Oréal terus memperluas investasi di bidang teknologi dan inovasi.

Sejumlah kolaborasi yang telah dilakukan perusahaan melahirkan berbagai produk dan layanan berbasis teknologi, mulai dari fitur Virtual Try-On yang dikembangkan bersama ModiFace, teknologi hemat air L'Oréal Professionnel Water Saver hasil kolaborasi dengan Gjosa, hingga perangkat pengering rambut AirLight Pro yang dikembangkan bersama Zuvi.

Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability L'Oréal Indonesia, Melanie Masriel, mengatakan masa depan industri kecantikan akan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara perusahaan, institusi riset, dan startup teknologi.

"Masa depan kecantikan tidak dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pelaku industri, inovator, dan startup yang berani menghadirkan cara-cara baru untuk menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang," ujarnya.

Pendaftaran L'Oréal SAPMENA Big Bang Beauty Tech Innovation Program 2026 dibuka hingga 3 Juli 2026 melalui situs resmi program.

Bagi startup Indonesia, ajang ini menjadi peluang untuk menguji inovasi di pasar global sekaligus memperluas skala bisnis melalui kolaborasi dengan salah satu perusahaan kecantikan terbesar di dunia. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business Butter Baby Luncurkan Film Animasi “The Story of Butterlandia”, Perkenalkan Semesta dan Misi Global IP
by Adrian Jasman2026-06-19 13:27:36

Butter Baby rilis The Story of Butterlandia, film animasi yang buka semesta dan IP global baru.

image
Business Mews dan SiteMinder Luncurkan Integrasi Distribusi Hotel Terpadu, Targetkan Efisiensi Operasional Global
by Adrian Jasman2026-06-18 20:47:39

Kolaborasi Mews dan SiteMinder Hadirkan Sistem Distribusi Hotel Terintegrasi Berbasis AI