JumpStart Raup Pendanaan Series C, Siap Perluas Vending Machine AI di Indonesia

MANAJEMEN - Jajaran BOD JumpStart/ HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.ID - Operator vending machine asal Indonesia, JumpStart, resmi mengantongi pendanaan lanjutan menuju tahap Series C dari Cool Japan Fund Inc..

Suntikan modal baru ini bakal difokuskan untuk mempercepat ekspansi vending machine berbasis kecerdasan buatan (AI) dan sistem pembayaran cashless di Indonesia.

Pendanaan tersebut memperkuat langkah JumpStart dalam membangun ekosistem automated retail sekaligus memperluas distribusi produk makanan dan minuman asal Jepang ke pasar Indonesia.

CEO JumpStart Indonesia, Brian Imawan, mengatakan investasi lanjutan dari Cool Japan Fund menjadi sinyal positif terhadap arah bisnis perusahaan yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

“Dukungan berkelanjutan dari Cool Japan Fund menjadi validasi kuat terhadap visi dan eksekusi yang kami jalankan. Kami tidak hanya membangun jaringan vending machine, tetapi juga menciptakan platform distribusi yang scalable untuk menghubungkan brand global, khususnya dari Jepang, dengan pasar konsumen Indonesia yang terus berkembang,” ujar Brian.

Operasikan Lebih dari 6.500 Mesin

JumpStart memulai bisnisnya pada 2018 melalui smart coffee vending machine.

Kini, perusahaan berkembang menjadi salah satu pemain automated retail terbesar di Indonesia dengan jaringan lebih dari 6.500 vending machine hingga akhir 2025.

Mesin-mesin tersebut telah tersebar di berbagai lokasi strategis seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas publik di sejumlah kota di Indonesia.

Related News
Recent News
image
Business Road to Maybank Marathon 2026: Strategi “Train Smart, Race Safe, Finish Strong” untuk Performa Maksimal
by Adrian Jasman2026-05-02 10:35:34

RTMM 2026 bantu pelari siap Maybank Marathon lewat latihan, nutrisi, dan strategi aman.

image
Business Ini Alasan Kamu Wajib Paham Analisis Data Sebelum Mengunci Aset Jangka Panjang
by Redaksi2026-04-30 20:20:19

Investasi properti kini wajib data-driven, hindari FOMO dan maksimalkan aset jangka panjang.