Japfa Terapkan Workday di Indonesia, Transformasi HR Disiapkan untuk Ekspansi ke 5 Negara Asia
Japfa mulai melakukan transformasi pengelolaan sumber daya manusia (HR) dengan menerapkan platform Workday di Indonesia, yang menjadi pasar terbesar perusahaan tersebut.
AVNMEDIA.ID - Japfa mulai melakukan transformasi pengelolaan sumber daya manusia (HR) dengan menerapkan platform Workday di Indonesia, yang menjadi pasar terbesar perusahaan tersebut.
Implementasi ini menjadi bagian dari strategi Japfa untuk menyederhanakan proses HR, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat pengelolaan tenaga kerja di tengah ekspansi bisnis perusahaan di Asia.
Workday, Inc. (NASDAQ: WDAY), platform enterprise berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk HR, keuangan dan teknologi informasi, mengumumkan dukungannya terhadap transformasi layanan HR Japfa pada 1 September 2026.
Implementasi Workday Human Capital Management (HCM) di Indonesia diselesaikan dalam waktu delapan bulan.
Indonesia dipilih sebagai tahap awal sebelum sistem tersebut diperluas ke lima pasar Japfa lainnya di Asia, yakni Singapura, Vietnam, Bangladesh, Myanmar, dan India.
Japfa sendiri didirikan di Indonesia dan kini berkantor pusat di Singapura. Perusahaan mempekerjakan lebih dari 50.000 karyawan di seluruh Asia.
Dari Pakan Ternak ke Agribisnis Terintegrasi
Transformasi sistem HR ini berlangsung ketika skala bisnis Japfa terus berkembang.
Perusahaan yang awalnya dikenal sebagai produsen pakan ternak telah berkembang menjadi perusahaan agribisnis dan pangan terintegrasi.
Bisnis Japfa kini mencakup produksi pakan ternak, pembibitan ternak, peternakan komersial hingga produk makanan konsumen.
Ekspansi tersebut membuat pengelolaan tenaga kerja menjadi semakin kompleks, terutama ketika perusahaan beroperasi di sejumlah negara dengan struktur bisnis dan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda.
Melalui Workday, Japfa akan memusatkan proses administratif HR dari berbagai unit bisnis di Indonesia ke dalam model shared services.
Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi pekerjaan manual sekaligus menciptakan proses HR yang lebih konsisten.
Bagi perusahaan dengan puluhan ribu karyawan dan operasi lintas negara, standardisasi proses HR menjadi bagian penting dalam menjaga efisiensi ketika bisnis terus berkembang.
Data Karyawan Jadi Dasar Pengambilan Keputusan
Japfa juga menggunakan sejumlah solusi Workday, termasuk Workforce Planning, Workday Talent Optimization, dan Workday Compensation.
Integrasi tersebut memungkinkan tim HR dan manajemen memperoleh visibilitas lebih besar terhadap data tenaga kerja.
Informasi seperti jumlah karyawan, biaya tenaga kerja dan struktur tim dapat digunakan untuk membantu perusahaan menyusun perencanaan tenaga kerja serta mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif.
Dengan data yang lebih terintegrasi, keputusan mengenai kebutuhan tenaga kerja, pengembangan talenta hingga penganggaran dapat dilakukan berdasarkan informasi yang lebih akurat.
Head of HR Japfa Pte Ltd Jasper Tan mengatakan kerja sama dengan Workday mendukung perusahaan dalam pengembangan talenta sekaligus mengoptimalkan penganggaran dan alokasi biaya.
“Kolaborasi dengan Workday mendukung Japfa dalam meningkatkan pengembangan talenta, mengoptimalkan penganggaran dan alokasi biaya, serta melakukan ekspansi secara efisien seiring pertumbuhan bisnis di skala internasional,” kata Jasper.
Indonesia Jadi Tahap Awal Ekspansi Sistem HR
Setelah diterapkan di Indonesia, sistem Workday akan diperluas ke lima pasar lainnya.
Ekspansi tersebut mencakup Singapura, Vietnam, Bangladesh, Myanmar dan India.
Bagi Japfa, penerapan sistem yang sama di berbagai negara dapat membantu menciptakan standar pengelolaan HR yang lebih konsisten di tingkat grup.
General Manager ASEAN Workday Jess O'Reilly mengatakan platform tersebut membantu organisasi seperti Japfa menyederhanakan proses HR sekaligus memperkuat perencanaan tenaga kerja.
“Workday membantu menyederhanakan dan merampingkan proses HR, memperkuat perencanaan tenaga kerja, serta memberikan tim HR dan manajer visibilitas yang lebih besar untuk mendukung manajemen talenta yang lebih efektif,” ujarnya.
Dengan perluasan ke lima pasar Asia, transformasi HR Japfa tidak lagi sebatas digitalisasi administrasi karyawan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun sistem pengelolaan tenaga kerja yang lebih terintegrasi, sejalan dengan pertumbuhan bisnis Japfa di kawasan Asia.
Bagi perusahaan agribisnis dengan lebih dari 50.000 karyawan, kemampuan membaca data tenaga kerja, mengendalikan biaya dan menempatkan talenta secara tepat menjadi semakin penting ketika ekspansi bisnis terus berlanjut. (jas)
- FedEx Luncurkan Export Challenge untuk Bantu UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
- Mandalika Aktif 270 Hari Setahun, Apa yang Terjadi di Balik Layar Sirkuit?
- Kepercayaan Pemilik Properti Menguat, PRISM Bawa Palette ke Jabodetabek
- Volkswagen ID. Buzz, Mobilitas Listrik dengan DNA Ikonik yang Menyasar Beragam Gaya Hidup





