Idiom Mandarin Jadi Sorotan di Hari Vonis Yoon Suk Yeol, Ini Deretan Kontroversi Siwon Super Junior sejak 2017
Deretan kontroversi yang pernah menyeret nama Siwon
KONTROVERSI - Kontroversi lain Siwon Super Junior setelah unggah idiom ambigu/ Foto: IG (@siwonchoi)
AVNMEDIA.ID - Pada 19 Februari 2026, nama Choi Siwon kembali menjadi sorotan tajam setelah unggahan di akun media sosialnya memicu perdebatan luas.
Anggota Super Junior itu membagikan idiom berbahasa Mandarin di Instagram Story yang terdiri dari delapan karakter: “不義必亡, 土崩瓦解”.
Unggahan anggota Super Junior tersebut langsung menuai beragam tafsir dari publik.
Waktu publikasinya yang bertepatan dengan dinamika politik di Korea Selatan membuat spekulasi semakin berkembang.
Secara harfiah, idiom itu berarti “ketidakadilan pasti binasa bumi runtuh dan atap-atap hancur”.
Banyak netizen menilai kalimat yang diunggah Siwon tersebut sebagai sindiran terhadap putusan hukum terhadap mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada hari yang sama.
Meski demikian, Siwon tidak memberikan penjelasan langsung mengenai maksud unggahan tersebut.
Ketiadaan klarifikasi inilah yang membuat perdebatan terus meluas di media sosial.
Kontroversi ini bukan kali pertama Siwon mendapat perhatian negatif terkait aktivitas digitalnya.
Berikut deretan kontroversi yang pernah menyeret nama Siwon Super Junior.
1. Insiden Anjing Keluarga yang Menewaskan Tetangga (2017)
Salah satu kontroversi terbesar dalam karier Siwon terjadi pada 2017, ketika anjing French bulldog milik keluarganya menggigit tetangga, seorang pemilik restoran, dan korban kemudian meninggal dunia akibat sepsis setelah luka gigitan tersebut.
Insiden ini mendapat kecaman luas dari netizen Korea Selatan, dan Siwon serta keluarganya kemudian menyampaikan permintaan maaf publik berkali-kali atas kejadian tersebut.
Peristiwa ini juga membuat Siwon mundur sementara dari aktivitas grup dan mendapat kritik tajam di media sosial.
2. “Like” Tweet tentang Demonstrasi Hong Kong (2019)
Pada 2019, Siwon menuai kritik dari netizen Tiongkok setelah ia “menyukai” (liked) unggahan tweet yang berisi wawancara dengan seorang demonstran pro-demokrasi Hong Kong yang ditembak polisi.
Aksi ini memicu kemarahan warganet di Tiongkok, yang melihatnya sebagai dukungan terhadap demonstran pro-demokrasi dalam isu politik sensitif.
Siwon kemudian meminta maaf di platform Weibo dan menjelaskan ia tidak bermaksud memicu debat politik.
3. Belasungkawa untuk Aktivis Politik Amerika (Charlie Kirk) (2025)
Kontroversi besar lainnya terjadi pada September 2025, ketika Siwon mengunggah pesan ucapan belasungkawa terkait kematian aktivis konservatif Amerika, Charlie Kirk.
Ia menulis kutipan “good and faithful servant” (baik dan setia) dalam Instagram Story, yang banyak dipersepsikan sebagai dukungan terhadap figur yang dipandang sangat kontroversial secara politik.
Hal ini memicu kritik tajam dari penggemar internasional yang merasa unggahan tersebut menonjolkan simpati pada pandangan politik tertentu dan tidak sensitif terhadap konteks isu global.
4. Tuduhan Islamofobia dan Postingan Sensitif (2025)
Pada akhir 2025, Siwon kembali menjadi sorotan setelah membagikan unggahan Instagram Story dari akun luar yang dianggap memuat narasi Islamofobia atau konten bernada intoleran terhadap kelompok agama tertentu.
Unggahan ini mendapat kecaman keras dari sebagian penggemar dan publik, yang menilai postingan tersebut tidak sensitif dan memicu tudingan diskriminatif.
Ia kemudian memberikan penjelasan dan minta maaf, serta menjelaskan ada kesalahpahaman mengenai maksudnya.
5. Kontroversi Tingkah Laku di TikTok (2025)
Selain unggahan statis, aktivitas Siwon di TikTok juga memicu kontroversi.
Dalam beberapa sesi live, ia pernah berkata ia adalah “sepupu dari Kim Jong Un”, serta menunjukkan perilaku yang dianggap kurang sensitif atau meremehkan peserta lain berdasarkan asal mereka.
Deretan kontroversi ini menunjukkan bahwa sebagian besar polemik yang melibatkan Siwon berkaitan dengan aktivitas dan pernyataannya di media sosial.
Setiap unggahan atau interaksi digitalnya kerap mendapat sorotan luas, terutama karena posisinya sebagai artis global dengan basis penggemar internasional. (naf)




