IdeaFest 2026

IdeaFest 2026 Usung “Re:Humanize”, Bahas Peran Manusia di Tengah Perkembangan AI

IDEAFEST 2026 - IdeaFest 2026 mengajak publik kembali melihat pentingnya peran manusia melalui tema “Re:Humanize”/ HO to Avnmedia.id

Dengan demikian, pembicaraan mengenai AI tidak hanya ditempatkan dalam konteks teknologi, tetapi juga dikaitkan dengan perubahan di industri kreatif, bisnis, budaya, hiburan, serta kehidupan sehari-hari.

Content Lead & BrainTrust IdeaFest, Firdza Radiany, mengatakan kurasi tahun ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana manusia dapat tetap menjadi pusat di tengah perkembangan teknologi.

Karena itu, IdeaFest mempertemukan perspektif dari berbagai industri dan generasi untuk membuka pembicaraan yang lebih luas mengenai masa depan.

AI Sebagai Enabler, Manusia Tetap Menentukan Arah

Besarnya potensi pemanfaatan AI di Indonesia turut dipengaruhi oleh perkembangan ekosistem digital.

Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat Indonesia memiliki sekitar 185 juta pengguna internet dan 139 juta pengguna media sosial. Basis pengguna tersebut membuka ruang bagi pemanfaatan AI di berbagai subsektor ekonomi kreatif, termasuk desain, animasi, gim, aplikasi, hingga digital marketing.

Dalam konteks tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) turut mendukung IdeaFest 2026 dengan membawa perspektif mengenai pemanfaatan teknologi yang tetap berpusat pada manusia.

Melalui filosofi “Heartware Inside Hardware”, Indosat melihat perkembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan manusia dalam menentukan arah dan menciptakan dampak.

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, mengatakan AI memberikan peluang untuk membantu masyarakat bekerja lebih cepat sekaligus membuka ruang bagi inovasi.

“AI memberi kita kemampuan untuk melakukan lebih banyak hal dengan lebih cepat. Namun, manusialah yang tetap menentukan arah, tujuan, dan dampaknya,” ujar Ovidia.

Menurut dia, perpaduan antara kemampuan teknologi dan potensi manusia dapat membuka lebih banyak kemungkinan.

“Ketika kemampuan teknologi berpadu dengan potensi manusia, lebih banyak kemungkinan dapat diwujudkan,” katanya.

Sementara itu, CEO and Co-Founder Smartick Indonesia, Galih Sulistyaningra, melihat AI sebagai alat yang dapat mempercepat proses kreatif dan membuka kemungkinan baru dalam mengeksplorasi ide.

Meski demikian, pengalaman, emosi, intuisi, perspektif, serta kemampuan manusia memahami konteks tetap menjadi bagian penting dalam menciptakan karya yang memiliki identitas dan makna.

IdeaFest Hadirkan Pengalaman Kreatif di Luar Panggung

Pembahasan mengenai “Re:Humanize” tidak hanya hadir melalui sesi diskusi.

IdeaFest 2026 juga menghadirkan berbagai kolaborasi, experiential activations, dan ruang interaksi yang memungkinkan pengunjung mengalami langsung berbagai gagasan yang diangkat sepanjang festival.

Salah satunya melalui kolaborasi dengan JKTGo dalam menghadirkan IdeaFest Picks.

Area tersebut mempertemukan pengunjung dengan berbagai brand lokal, UMKM, dan pelaku industri kreatif. Tidak hanya menawarkan produk, IdeaFest Picks juga menjadi ruang untuk mengenalkan cerita, nilai, dan proses kreatif di balik karya yang dihasilkan.

Festival Director of IdeaFest, Olivia Febrina, mengatakan pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membangun interaksi di IdeaFest.

Related News
Recent News
image
Business Festival Belanja erafone 2026 Hadirkan Diskon hingga Rp12 Juta, Ada Promo dan Dukungan Pendidikan
by Adrian Jasman2026-08-21 13:34:05

Festival Belanja erafone 2026 hadirkan diskon hingga Rp12 juta dan dukungan pendidikan.

image
Business Amar Bank dan JAFF Dorong Bankability Industri Perfilman Nasional
by Adrian Jasman2026-08-01 11:06:03

Amar Bank dan JAFF mendorong bankability industri perfilman untuk memperluas akses pembiayaan.