Donald Trump Pidato Lebih 100 Menit! Cuap-Cuap Terpanjang, Tak Ada Singgung Kasus Jeffrey Epstein
Isu Jeffrey Epstein Absen dalam Pidato
FIGUR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Instagram @realdonaldtrump)
AVNMEDIA.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pidato State of the Union pertama dalam masa jabatan keduanya pada Selasa (24/2/2026).
Pidato Donald Trump tersebut mencetak rekor sebagai yang terpanjang dalam sejarah, berlangsung lebih dari 100 menit.
Namun di tengah sorotan publik terhadap kasus Jeffrey Epstein, nama mendiang terpidana kasus perdagangan seks itu tidak satu kali pun disebut dalam pidato resmi Donald Trump tersebut.
Isu Jeffrey Epstein Absen dalam Pidato
Padahal, isu dokumen atau “Epstein Files” tengah menjadi perdebatan politik panas di Washington.
Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat yang hadir dalam sidang terlihat mengenakan pin bertuliskan “Stand With Survivors: Release the Files” sebagai bentuk desakan agar seluruh dokumen terkait Jeffrey Epstein dibuka secara transparan.
Nama Donald Trump Disebut Ribuan Kali dalam Dokumen Jeffrey Epstein
Menurut laporan The New York Times, nama Donald Trump disebut lebih dari 38.000 kali dalam sekitar 5.300 dokumen yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein.
Meski demikian, Donald Trump berulang kali membantah melakukan pelanggaran hukum apa pun terkait hubungan pertemanannya di masa lalu dengan Jeffrey Epstein.
Jeffrey Epstein sendiri dinyatakan meninggal dunia di penjara pada 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks federal.
Pekan lalu, Donald Trump menyatakan dirinya telah “sepenuhnya dibebaskan” setelah pemerintah merilis ribuan halaman dokumen terkait kasus Jeffrey Eipstein tersebut.
Donald Trump menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatannya dalam tindak pidana.
- Jeffrey Epstein Tak Bantah Klaim Prince Andrew Berhubungan Seks dengan Virginia Giuffre, Email Terungkap
- Dokumen Hukum Rilis, Bill Gates Akui Menyesal Pernah Habiskan Waktu dengan Jeffrey Epstein
- Melinda French Kritik Mantan Suaminya Bill Gates Terkait Email Jeffrey Epstein yang Baru Terungkap: Membangkitkan Masa Menyakitkan
Desakan Transparansi dan Tuduhan Penundaan Rilis Dokumen
Kongres sebelumnya telah mengesahkan Epstein Files Transparency Act pada November 2025 untuk mendorong pembukaan seluruh berkas.
Namun, proses rilis dilakukan secara bertahap dan sebagian dokumen dirilis dengan banyak bagian yang dihitamkan (redaksi).
Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, menyebut Departemen Kehakiman (DOJ) telah merilis sekitar 3,5 juta dokumen, tetapi masih menahan sekitar 3 juta dokumen lainnya.
Ia juga menuding adanya kemungkinan upaya perlindungan terhadap sejumlah tokoh publik berpengaruh yang namanya tercantum dalam berkas Jeffrey Epstein.
Sementara itu, laporan NPR yang terbit beberapa jam sebelum pidato Donald Trump mengungkap dugaan bahwa masih ada dokumen yang belum dipublikasikan, termasuk sekitar 50 halaman wawancara FBI terkait tuduhan pelecehan seksual terhadap Donald Trump oleh seorang perempuan yang mengaku masih di bawah umur saat kejadian.
Bantahan DOJ
Menanggapi laporan tersebut, DOJ membantah telah menghapus dokumen apa pun.
Mereka menyatakan bahwa beberapa bagian sempat dihapus sementara untuk melindungi identitas korban, namun kini telah dipulihkan.
Hingga kini, polemik soal dokumen Jeffrey Epstein masih menjadi isu sensitif yang membayangi dinamika politik Amerika Serikat, meski tidak disentuh dalam pidato kenegaraan Donald Trump.
(apr)




