Donald Trump Kecam Atlet Ski Olimpiade Hunter Hess Gegara Pernyataan soal Wakili AS, Ini Katanya...
Donald Trump Sebut Hunter Hess “Pecundang Sejati”
PRESIDEN AMERIKA - Donald Trump kecam atlet ski Olimpiade Hunter Hess usai ungkap perasaan jujur saat wakili AS (Foto: Instagram @realdonaldtrump)
AVNMEDIA.ID - Nama Donald Trump kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan kritik keras terhadap Hunter Hess, seorang atlet ski Olimpiade Amerika Serikat.
Pernyataan Donald Trump itu muncul usai Hunter Hess secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya memiliki “perasaan campur aduk” saat mewakili Amerika Serikat di ajang Olimpiade Musim Dingin 2026.
Komentar Hunter Hess tersebut memicu perdebatan luas, menyatukan isu olahraga, politik, dan kebebasan berekspresi atlet di tengah situasi politik Amerika yang tengah bergejolak.
Hunter Hess Ungkap Konflik Batin Wakili Amerika Serikat
Dalam konferensi pers menjelang Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina 2026, Hunter Hess (27) menyampaikan bahwa menjadi wakil Amerika Serikat bukanlah hal yang sepenuhnya mudah baginya saat ini.
Hunter Hess mengaku merasakan konflik emosional di tengah kebijakan politik domestik, khususnya terkait isu imigrasi dan ketegangan sosial di negaranya.
“Ini sedikit sulit,” ujar Hunter Hess.
Hunter Hess menegaskan bahwa keikutsertaannya sebagai atlet ski Olimpiade lebih dimaknai sebagai bentuk representasi terhadap keluarga, sahabat, dan nilai-nilai positif yang ia yakini tentang Amerika Serikat, bukan keseluruhan situasi politik yang sedang berlangsung.
Hunter Hess juga menekankan bahwa mengenakan bendera negaranya tidak otomatis berarti ia mendukung semua kebijakan pemerintah yang ada.
Donald Trump Sebut Hunter Hess “Pecundang Sejati”
Pernyataan Hunter Hess tersebut langsung mendapat respons keras dari Donald Trump.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Donald Trump menyebut atlet ski Olimpiade itu sebagai “pecundang sejati” dan mempertanyakan keputusannya bergabung dengan tim nasional.
Donald Trump menulis bahwa jika Hunter Hess merasa tidak mewakili negaranya, maka seharusnya ia tidak mengikuti seleksi tim Olimpiade.
Donald Trump juga menyebut pernyataan sang atlet membuatnya “sulit untuk didukung” oleh publik Amerika.
Unggahan tersebut kembali memantik kontroversi, terutama terkait sikap politisi terhadap atlet yang menyuarakan pandangan personal mereka.
Atlet Ski dan Kebebasan Berpendapat di Dunia Olahraga
Kasus Hunter Hess menambah daftar panjang perdebatan tentang posisi atlet dalam menyampaikan opini politik.
Di era modern, atlet tidak lagi hanya dipandang sebagai simbol prestasi olahraga, tetapi juga individu dengan pandangan sosial dan politik.
Sejumlah pihak menilai kritik Donald Trump mencerminkan tekanan yang kerap dihadapi atlet ketika berbicara di luar arena olahraga.
Sementara itu, pendukung kebebasan berekspresi menilai bahwa pernyataan Hunter Hess justru menunjukkan kejujuran emosional dan keberanian menyuarakan nilai yang ia pegang.
Polemik Politik Membayangi Olimpiade Musim Dingin
Polemik ini terjadi di tengah meningkatnya tensi politik seputar Olimpiade Musim Dingin 2026.
Sejumlah aksi protes dan reaksi publik terhadap pejabat Amerika yang hadir di Italia menunjukkan bahwa ajang olahraga internasional tersebut tak sepenuhnya lepas dari isu politik global.
Meski demikian, bagi Hunter Hess, Olimpiade tetap menjadi panggung untuk menunjukkan dedikasi sebagai atlet ski, sekaligus kesempatan membawa nama keluarga dan orang-orang terdekat yang mendukung perjalanannya hingga ke level tertinggi olahraga dunia.
(apr)
- Dokumen Hukum Rilis, Bill Gates Akui Menyesal Pernah Habiskan Waktu dengan Jeffrey Epstein
- Melinda French Kritik Mantan Suaminya Bill Gates Terkait Email Jeffrey Epstein yang Baru Terungkap: Membangkitkan Masa Menyakitkan
- Bocor Laporan Sky News di Internet! Warga Korut Tonton Squid Game dan BTS Kena Hukuman Ekstrem



