Donald Trump Bagikan Unggahan yang Sebut Michelle Obama “Rasis”, Picu Kontroversi Baru
Donald Trump Kembali Serang Michelle Obama Lewat Truth Social
TOKOH - Donald Trump (Foto: Instagram @realdonaldtrump)
AVNMEDIA.ID - Nama Donald Trump dan Michelle Obama kembali menjadi sorotan publik internasional setelah mantan Presiden Amerika Serikat itu membagikan ulang sebuah unggahan yang menyebut mantan Ibu Negara sebagai “rasis”.
Unggahan tersebut dibagikan Donald Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Sabtu (21/2/2026).
Postingan itu berasal dari aktivis sayap kanan Laura Loomer yang menuding Michelle Obama sebagai “anti-White racist” atau rasis terhadap kulit putih.
Dalam keterangan tambahan pada unggahan tersebut, Donald Trump juga menyerang mantan penasihat keamanan nasional Presiden Barack Obama, Susan Rice.
Ia bahkan mendesak Netflix untuk memecat Susan Rice dari jajaran dewan eksekutif perusahaan.
“Netflix harus segera memecat Susan Rice yang rasis dan membenci Trump, atau bersiap menerima konsekuensinya,” tulis Donald Trump dalam unggahannya.
Latar Belakang Isu dan Seruan Blokir Akuisisi Netflix
Unggahan awal yang dibagikan Donald Trump turut menyinggung rencana akuisisi Warner Bros. oleh Netflix.
Laura Loomer menyuarakan kekhawatiran bahwa jika merger tersebut terjadi, perusahaan produksi milik Barack Obama dan Michelle Obama, Higher Ground Productions, akan memiliki pengaruh lebih besar dalam industri streaming.
Higher Ground Productions sendiri diketahui telah memproduksi sejumlah konten untuk Netflix sejak beberapa tahun terakhir.
Pernyataan ini memicu perdebatan luas di media sosial, terutama karena membawa isu rasial dan politik ke dalam ranah industri hiburan.
Kontroversi Sebelumnya: Video Obama yang Menuai Kecaman
Kontroversi ini juga muncul hanya dua minggu setelah akun Truth Social milik Donald Trump mengunggah video yang menampilkan wajah Barack Obama dan Michelle Obama yang diedit ke tubuh kera dengan latar lagu “The Lion Sleeps Tonight”.
Video tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk sejumlah politisi Partai Republik.
Beberapa di antaranya mendesak Donald Trump untuk meminta maaf atas unggahan yang dinilai rasis tersebut.
Setelah menuai kritik bipartisan, video itu akhirnya dihapus.
Gedung Putih kemudian menyebut bahwa unggahan tersebut dibagikan oleh seorang staf yang tidak disebutkan namanya.
Namun saat ditanya wartawan di Air Force One apakah ia akan meminta maaf, Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan.
Sorotan Publik terhadap Donald Trump dan Michelle Obama
Isu ini kembali menempatkan Donald Trump dan Michelle Obama dalam pusaran perdebatan publik, khususnya terkait isu rasial dan etika dalam komunikasi politik.
Hingga kini, perdebatan di media sosial dan berbagai platform pemberitaan masih terus berlangsung, memperlihatkan betapa sensitifnya isu ras dan politik di Amerika Serikat, terlebih menjelang dinamika politik yang semakin memanas.
(apr)




