Deretan 9 Artis Dunia yang Pernah Kena Seruan Boikot Terkait Sikapnya soal Palestina, Ada Ed Sheeran hingga Rihanna
Ed Sheeran Disorot, Ini 9 Artis Dunia Pernah Kena Seruan Boikot
SELEBRITI DUNIA - Deretan Artis Dunia yang Pernah Kena Seruan Boikot Terkait Sikapnya soal Palestina/ Kolase: AVNMEDIA.ID
Pada 2013, sejumlah aktivis termasuk penulis Alice Walker dan musisi Roger Waters meminta Keys membatalkan konser yang dijadwalkan berlangsung di Tel Aviv.
Mereka menyerukan agar sang penyanyi ikut dalam gerakan boikot budaya terhadap Israel.
Tekanan terhadap Keys bahkan berkembang menjadi kampanye di media sosial.
Salah satu video yang meminta dirinya membatalkan konser sempat diunggah ke YouTube sebelum akhirnya dihapus karena klaim hak cipta.
Meski mendapat tekanan, Keys tetap mempertahankan keputusannya untuk tampil di Israel.
8. Rihanna

Rihanna juga pernah menjadi sasaran kampanye boikot ketika dijadwalkan tampil di Tel Aviv.
Pada 2013, gerakan Boycott, Divestment and Sanctions atau BDS menyerukan agar Rihanna membatalkan konsernya di Israel sebagai bagian dari kampanye boikot budaya.
Namun, Rihanna tetap tampil di Yarkon Park, Tel Aviv, pada Oktober 2013.
Konser tersebut dihadiri sekitar 50.000 penonton dan menjadi bagian dari rangkaian Diamonds World Tour.
Dengan demikian, kasus Rihanna lebih tepat disebut sebagai seruan pembatalan konser dan kampanye boikot terhadap penampilannya di Israel, bukan bukti bahwa Rihanna secara keseluruhan mengalami boikot global.
9. Madonna

Madonna termasuk salah satu artis dunia yang pernah menghadapi tekanan terkait penampilannya di Israel.
Pada 2012, Madonna memilih Tel Aviv sebagai lokasi pembuka MDNA Tour.
Keputusan tersebut mendapat perhatian karena pada saat itu sejumlah artis telah memilih tidak tampil di Israel sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye boikot budaya.
Madonna tetap menggelar konsernya dan menggunakan panggung tersebut untuk menyampaikan pesan mengenai perdamaian serta pentingnya memperlakukan manusia dengan martabat dan rasa hormat.
Kasus Madonna menjadi contoh lain bahwa keputusan artis untuk tetap tampil di Israel dapat memunculkan perdebatan dan seruan boikot dari pihak yang mendukung gerakan boikot budaya.
Seruan Boikot terhadap Artis Dunia Muncul dalam Berbagai Bentuk
Deretan nama tersebut menunjukkan bahwa seruan boikot terkait Palestina tidak selalu muncul dengan pola yang sama.
Ed Sheeran menjadi sorotan terbaru pada September 2026 setelah Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur Amerika Serikatnya.
Keputusan tersebut kemudian diikuti pengunduran diri sejumlah penampil pendukung sebagai bentuk solidaritas.
Sementara itu, Gal Gadot menghadapi ajakan sebagian penonton untuk tidak menonton Snow White karena sikap politiknya.
Noah Schnapp dan Brett Gelman juga dikaitkan dengan seruan boikot terhadap Stranger Things.
Kasus Lana Del Rey, Radiohead, Alicia Keys, Rihanna dan Madonna lebih banyak berkaitan dengan tekanan agar mereka tidak tampil di Israel.
Lana akhirnya membatalkan penampilannya pada 2018, sedangkan Radiohead, Alicia Keys dan Rihanna tetap tampil meski sebelumnya menghadapi seruan pembatalan.
Karena itu, istilah “pernah kena seruan boikot” lebih tepat digunakan untuk menggambarkan daftar tersebut.
Bentuk tekanannya beragam, mulai dari petisi, kampanye media sosial, ajakan tidak menonton film atau serial, hingga seruan agar musisi membatalkan konser.
Kasus Ed Sheeran dan Macklemore pada September 2026 pun kembali membuat isu Palestina, kebebasan berekspresi, serta hubungan antara industri hiburan dan isu politik internasional menjadi perhatian publik. (tan)





