Cuma Samsung yang Gunakan Fitur Widget Homescreen Bisa Ditumpuk, Produsen Smartphone Lain ke Mana?

Widget Homescreen - Padahal, fitur ini sudah lama hadir di iOS dan terbukti meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan/ Via Phone Arena

AVNMEDIA.ID -  Di tengah gencarnya produsen smartphone Android berlomba menghadirkan fitur berbasis AI, ada satu fitur sederhana namun sangat fungsional yang justru luput dari perhatian.

Fitur tersebut adalah widget homescreen yang bisa ditumpuk (stackable widgets)—dan hingga kini, hanya Samsung yang benar-benar mengimplementasikannya secara native di Android.

Padahal, fitur ini sudah lama hadir di iOS dan terbukti meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan.

Widget Bertumpuk: Fitur Kecil dengan Dampak Besar

Widget homescreen bertumpuk memungkinkan beberapa widget berada dalam satu ruang yang sama, lalu digeser ke samping sesuai kebutuhan.

Hasilnya, tampilan homescreen menjadi lebih rapi, efisien, dan fungsional, tanpa harus mengorbankan informasi penting.

Apple lebih dulu memperkenalkan fitur ini lewat Smart Stack di iOS 14, dan sejak itu menjadi salah satu fitur homescreen paling berguna di iPhone.

Ironisnya, meski Android dikenal unggul dalam fleksibilitas antarmuka, adopsi fitur ini justru berjalan sangat lambat.

Samsung Jadi Satu-satunya yang Benar-Benar Menerapkan

Hingga saat ini, Samsung menjadi satu-satunya produsen Android besar yang menyediakan fitur widget bertumpuk secara resmi lewat One UI 4.1 dan versi di atasnya.

Pengguna ponsel Samsung bisa dengan mudah membuat widget stack hanya dengan menekan lama widget di homescreen, lalu memilih opsi Create Stack.

Related News
Recent News
image
Techno Canva Luncurkan AI Canva 2.0, Ubah Total Cara Desain dan Alur Kerja Digital
by Adrian Jasman2026-04-17 14:00:00

Canva 2.0 hadir dengan AI baru, ubah desain, kerja, dan alur bisnis digital lebih cepat.

image
Techno Roblox Perkenalkan Akun Berbasis Usia, Perketat Kontrol Orang Tua untuk Pengguna di Bawah 16 Tahun
by Adrian Jasman2026-04-14 22:29:03

Roblox luncurkan akun berbasis usia, perketat kontrol orang tua & keamanan pengguna bawah 16 tahun