Selebriti Indonesia

Buka Suara! Ini Kumpulan Ucapan Para Publik Figur yang Dikaitkan dengan Isu Mindfulness Maudy Ayunda, Apa Kata Mereka?

Fiersa Besari hingga Kunto Aji Turut Buka Suara

SELEBRITI - Gita Savitri Devi, yang akrab disapa Gitasav, menuliskan pernyataan yang diduga terkait isu 'mindfulness' Maudy Ayunda, apa katanya? (Foto: Instagram & Threads @gitasav)

AVNMEDIA.ID - Video Maudy Ayunda yang membahas mindfulness di tengah maraknya kabar buruk menuai beragam respons dari warganet.

Video berjudul “mindfulness in the age of bad news - maudy ayunda” yang diunggah pada 21 Agustus 2026 tersebut membahas pentingnya menjaga kondisi mental dengan mengatur paparan terhadap berita buruk.

Namun, pembahasan mindfulness tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial.

Sejumlah warganet menilai pesan mengenai imembatasi paparan bad news perlu melihat kondisi masyarakat yang mungkin mengalami langsung berbagai persoalan yang diberitakan.

Di tengah perdebatan tersebut, beberapa tulisan dari figur publik Indonesia ramai dikaitkan dengan isu mindfulness dan respons terhadap kabar buruk.

Mereka di antaranya adalah Gita Savitri Devi atau Gitasav, Jerome Polin, Fiersa Besari, hingga Kunto Aji.

Lantas, apa yang mereka sampaikan? Simak informasinya berikut!

Ucapan Para Artis Indonesia yang Diduga Terkait Isu ‘Mindfulness’ Maudy Ayunda

1. Gitasav Soroti Mindfulness di Tengah Kesenjangan Sosial

(Foto: Threads @gitasav)

Gita Savitri Devi atau yang dikenal sebagai Gitasav menjadi salah satu figur yang tulisannya kembali disorot dalam pembahasan mengenai mindfulness.

Melalui akun Threads @gitasav, Gitasav sebelumnya menuliskan pandangannya mengenai mindfulness dan stoicism.

Mindfulness dan stoicism memang akal-akalan kapitalisme,” kata sosok bernama lengkap Gita Savitri Devi tersebut. 

Ia kemudian menjelaskan pandangannya mengenai kondisi ketika hanya sebagian kecil orang memiliki kekayaan besar, sementara mayoritas masyarakat harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Saat segelintir orang menimbun kekayaan dan mayoritas harus kerja mati-matian, kompromi psikologis nggak akan bikin kita keluar dari keadaan ini,” tulis Gitasav.

Tulisan tersebut kemudian kembali disorot setelah pengguna Threads @putrijaylita mengunggah tangkapan layar video Maudy Ayunda dan tulisan Gitasav.

(Foto: Threads @putrijaylita @gitasav)

Dalam unggahannya, @putrijaylita menulis bahwa dirinya berusaha memahami kedua sudut pandang, tetapi lebih setuju dengan pandangan Gitasav.

“Aku juga udah nonton videonya. Talking points-nya kayak lingkeran neolib elit tahun 2020. Aku gak relate dan gak bisa ambil nilai-nilai pentingnya,” jawab Gitasav.

Meski demikian, Gitasav dalam tulisannya tersebut tidak secara langsung menyebut nama Maudy Ayunda.

2. Jerome Polin Soroti Kondisi Korban Bad News

(Foto: Threads @jeromepolin)

Jerome Polin juga memiliki pandangan mengenai fenomena kelelahan melihat berbagai kabar buruk.

Melalui akun Threads @jeromepolin, ia mengaku memahami jika banyak orang merasa lelah ketika terus melihat berita buruk.

“Aku tahu banyak dari kita yang capek liat bad news. Aku pun sering merasa seperti itu,” tulis Jerome.

Namun, ia kemudian mengajak masyarakat melihat persoalan tersebut dari sudut pandang orang yang menjadi korban langsung dari kabar buruk yang diberitakan.

“Tapi dipikir2 lagi, kalo capek ‘cuma’ karena lihat bad news, itu udah bisa dibilang privilege. Bayangin orang yang menjadi ‘korban’ langsung dari bad news yang kita lihat,” lanjutnya.

Jerome kemudian memberikan sejumlah contoh persoalan yang dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Kebakaran hutan bikin udara sangat berbahaya, stok BBM langka jadi harus ngantri berjam2, pemadaman listrik bergilir, keracunan makanan, dan banyak lagi,” tulisnya.

Menurut Jerome, beban yang dirasakan masyarakat yang terdampak langsung tentu berbeda dengan orang yang hanya melihat pemberitaan mengenai persoalan tersebut.

“Capek dan sengsaranya mereka pasti berkali-kali lipat,” sambungnya.

Jerome juga menyampaikan sejumlah hal yang menurutnya dapat dilakukan masyarakat untuk membantu.

“Jadi, imo the least we can do adalah bersuara untuk membantu meningkatkan attention, repost berita supaya makin banyak yang aware dengan kondisinya, berdonasi (kalau punya rejeki lebih), dan di level yang lebih tinggi, turun langsung untuk membantu,” tulis Jerome.

Ia kemudian menegaskan bahwa tulisannya ditujukan untuk siapa saja yang mungkin merasakan kelelahan terhadap kabar buruk, bukan untuk menyindir satu atau dua orang.

“Anyway im writing this buat kita semua, bukan buat satu-dua orang,” katanya.

3. Fiersa Besari: Berhenti Melihat Berita Bukan Berarti Masalah Berhenti

(Foto: X @FiersaBesari)

Sementara itu, penyanyi sekaligus penulis Fiersa Besari juga pernah menyampaikan pandangan singkat mengenai hubungan antara berita buruk dan kenyataan yang terjadi di sekitar masyarakat.

Melalui akun X atau Twitter @FiersaBesari, ia menulis:

“Hanya karena kita berhenti melihat berita buruk, bukan berarti berita buruknya berhenti terjadi.”

Pernyataan tersebut kemudian ikut dikaitkan dengan perdebatan mengenai bagaimana seseorang sebaiknya menyikapi berbagai kabar buruk yang muncul di media sosial.

Pesan Fiersa menekankan bahwa mengurangi paparan terhadap berita tidak serta-merta menghilangkan persoalan yang sedang terjadi di dunia nyata.

4. Kunto Aji: Mindful Berarti Aware dan Berempati

(Foto: Threads @kuntoajiw)

Pandangan mengenai mindfulness juga disampaikan oleh Kunto Aji.

Melalui akun Threads @kuntoajiw, Kunto Aji menulis mengenai hubungan antara mindfulness, kesadaran, dan empati.

“Menjadi mindful adalah menjadi aware. Menjadi aware adalah menjadi berempati,” katanya.

Pernyataan tersebut kemudian kembali diperbincangkan bersamaan dengan ramainya video Maudy Ayunda mengenai mindfulness di tengah kabar buruk.

Tulisan Para Artis Disorot di Tengah Kontroversi

Tulisan Gitasav, Jerome Polin, Fiersa Besari, dan Kunto Aji kemudian ramai dikaitkan oleh warganet dengan perdebatan mengenai video mindfulness Maudy Ayunda.

Perdebatan tersebut pada dasarnya memperlihatkan adanya dua sudut pandang dalam menyikapi kabar buruk.

Di satu sisi, membatasi konsumsi berita negatif dapat menjadi salah satu cara seseorang menjaga kondisi mental agar tidak terus-menerus merasa cemas atau kewalahan.

Di sisi lain, sejumlah orang menilai bahwa tidak semua orang memiliki jarak yang sama dengan persoalan yang diberitakan.

Bagi masyarakat yang terdampak langsung, kabar buruk tersebut bukan sekadar berita yang dapat ditutup atau dihindari, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Hingga kini, tulisan para figur publik tersebut kembali menjadi bahan diskusi di media sosial seiring viralnya video Maudy Ayunda.

Perlu dicatat, Gitasav, Jerome Polin, Fiersa Besari, maupun Kunto Aji dalam tulisan yang dikutip di atas tidak secara langsung menyebut Maudy Ayunda.

(apr)

Related News
Recent News
image
Entertainment Profil Lengkap Kwon Eunbi, Eks Leader IZ*ONE yang Baru Saja Alami Kecelakaan Saat Comeback
by Nur Jayanti2026-09-15 16:00:00

Simak profil lengkap Kwon Eunbi, eks leader IZ*ONE, karier hingga kabar terbaru

image
Entertainment 12 Artis Internasional Kelahiran 1994, Bae Suzy hingga Harry Styles Kini Masuki Usia 32 Tahun
by April2026-09-15 12:43:55

Penasaran siapa saja artis internasional yang lahir tahun 1994? Yuk, simak informasinya berikut!