BTN Akuisisi Bank Victoria Syariah, RI Bakal Punya Bank Syariah Besar Baru
Ilustrasi ATM/ Unsplash
AVNMEDIA.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah bersiap memperkuat industri keuangan syariah di Indonesia dengan mengakuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS).
Langkah ini akan menciptakan pesaing baru bagi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan memperluas akses layanan keuangan berbasis syariah di Tanah Air.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa proses akuisisi masih berlangsung dan diproyeksikan rampung pada April-Mei 2025.
“Aka3376n ada dua pemain besar dalam industri keuangan syariah di Indonesia, yaitu BSI dan BTN Syariah,” ujar Nixon dalam keterangannya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (9/2).
Akuisisi ini sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian BUMN dan tinggal menunggu keputusan formal dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada Maret 2025.
Setelah resmi diakuisisi, BTN berencana melakukan pemisahan (spin-off) unit syariah yang saat ini berada di bawah BTN Syariah dan menggabungkannya dengan BVIS.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, BTN akan memberikan identitas baru bagi entitas hasil merger ini.
“Setelah akuisisi selesai, kita akan mengajukan nama baru ke pemerintah. Saat ini belum bisa diungkapkan karena prosesnya masih berjalan,” kata Nixon.
Meskipun ada perubahan struktur, fokus utama bank syariah baru ini tetap pada pembiayaan perumahan, sejalan dengan kompetensi BTN.
Menurut Nixon, keberadaan dua bank syariah besar di Indonesia akan meningkatkan daya saing sekaligus memperbaiki kualitas layanan bagi nasabah.
“Kehadiran bank syariah besar lainnya akan menciptakan kompetisi sehat yang menguntungkan konsumen. Layanan akan semakin baik karena setiap institusi harus berinovasi untuk tetap kompetitif,” tambahnya.
BTN akan mengambil alih 100% saham BVIS dari pemegang saham sebelumnya, yakni PT Victoria Investama Tbk, PT Bank Victoria International Tbk, dan Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta.
Berdasarkan dokumen yang dirilis ke publik, Victoria Investama saat ini menguasai 80,18% saham BVIS, diikuti Bank Victoria International (19,80%) dan BHP Jakarta (0,0016%).
Total nilai akuisisi diperkirakan mencapai Rp 1,06 triliun, menjadikan BTN sebagai pemilik penuh BVIS.
Langkah ini sejalan dengan upaya BTN untuk memperluas pasar keuangan syariah dan memperkuat penetrasi di sektor pembiayaan perumahan berbasis syariah.
Dengan hadirnya entitas syariah baru ini, persaingan di industri perbankan syariah di Indonesia diprediksi semakin dinamis.
BSI sebagai pemain dominan akan mendapat tantangan baru, sementara masyarakat diuntungkan dengan lebih banyak pilihan layanan keuangan syariah yang kompetitif dan inovatif. (jas)





