Bank Besar Asia dan Timur Tengah Masuk Skema Yuan Offshore Hong Kong Rp 217 Triliun

YUAN - Hong Kong memperkuat posisinya sebagai pusat pembiayaan yuan offshore global setelah sejumlah bank terkemuka Asia Tenggara dan Timur Tengah bergabung dengan Renminbi Business Facility milik Hong Kong Monetary Authority (HKMA)/ Foto: Pexels

AVNMEDIA.ID -  Hong Kong memperkuat posisinya sebagai pusat pembiayaan yuan offshore global setelah sejumlah bank terkemuka Asia Tenggara dan Timur Tengah bergabung dengan Renminbi Business Facility milik Hong Kong Monetary Authority (HKMA).

Bank-bank yang ikut dalam skema ini antara lain OCBC, Bangkok Bank, First Abu Dhabi Bank, dan Qatar National Bank.

HKMA mengumumkan pada 1 Desember 2025 bahwa kuota fasilitas ini telah digandakan menjadi 100 miliar yuan atau sekitar US$14 miliar, batas maksimum yang diperbolehkan.

Jika dirupiahkan, nilai itu setara dengan Rp 217 triliun. 

Jumlah bank peserta meningkat dari 25 menjadi 40 bank, dengan alokasi kuota disesuaikan berdasarkan basis klien dan permintaan masing-masing bank.

Ini merupakan kali pertama bank Timur Tengah masuk dalam program ini. First Abu Dhabi Bank, sebagai bank terbesar di Uni Emirat Arab, menjadi pemain kunci.

Selain itu, bank-bank besar Asia Tenggara juga ikut serta, seperti Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC) beserta anak perusahaannya OCBC Hong Kong, dan Bangkok Bank, bank terbesar di Thailand.

Partisipan baru lainnya termasuk ING Bank, Bank SinoPac (Taiwan), Dah Sing Bank, dan CMB Wing Lung Bank.

Eddie Yue Wai-man, CEO HKMA, menegaskan bahwa lebih banyak bank bisa dimasukkan ke skema ini seiring permintaan meningkat.

Tujuannya jelas: mendorong penggunaan yuan dalam ekonomi riil dan memperkuat posisi Hong Kong sebagai hub offshore RMB global.

Fasilitas ini awalnya diluncurkan pada Februari 2025 sebagai trade finance liquidity facility dengan kuota 50 miliar yuan untuk 24 bank besar, termasuk HSBC, Standard Chartered, BNP Paribas, dan Deutsche Bank, guna menyediakan pendanaan yuan stabil bagi trade finance.

Pada September, fasilitas ini diperluas menjadi Renminbi Business Facility dengan kuota sama tetapi cakupan lebih luas, termasuk opsi pinjaman hingga satu tahun dan tingkat biaya yang sebanding dengan Shanghai.

Mulai Desember, peningkatan fasilitas memungkinkan bank menggunakan dana yuan untuk investasi langsung atau modal kerja bagi klien di Hong Kong maupun luar negeri.

HKMA menekankan bahwa langkah ini memperkuat kemampuan Hong Kong menyalurkan dana RMB offshore ke pasar global.

Bank besar seperti HSBC, Standard Chartered, dan Bank of China (Hong Kong) telah memanfaatkan fasilitas ini.

HSBC, misalnya, menyalurkan pinjaman modal kerja 1,4 miliar yuan kepada anak perusahaan perusahaan Tiongkok yang memiliki operasi luar negeri.

Standard Chartered menyalurkan pinjaman kepada Sany Heavy Equipment International, Lao Feng Xiang, dan Hengan International, sementara BOCHK mengatur pinjaman untuk Texhong International Group dan Henderson Land Group, dengan induk Bank of China menyalurkan pinjaman lebih dari 1 miliar yuan kepada klien luar negeri.

Skema ini menegaskan posisi Hong Kong sebagai pusat pembiayaan offshore yuan, sekaligus membuka peluang bagi bank global untuk mendukung ekspansi perusahaan Tiongkok di pasar internasional. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business Walmart Rombak Susunan Dewan Eksekutif, David Guggina Jadi Presiden dan CEO
by Adrian Jasman2026-01-17 13:00:00

Walmart rombak kepemimpinan, David Guggina resmi jadi Presiden & CEO Walmart U.S.

image
Business Gushcloud Indonesia Perluas Jaringan Kreator dan Kolaborasi Strategis! Visinema - Boy William Ikut Terlibat
by Adrian Jasman2026-01-15 21:25:28

Gushcloud Indonesia tambah kreator dan kanal YouTube, perkuat kolaborasi strategis hiburan digital.