ArtScience Museum Hadirkan “Flesh and Bones”, Eksplorasi Tubuh Manusia Lintas Seni dan Sains

The Network Within (2026) by Chiharu Shiota at the entrance of the exhibition/ HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.IDArtScience Museum menghadirkan perspektif baru tentang tubuh manusia melalui pameran bertajuk Flesh and Bones: The Art of Anatomy.

Digelar dalam rangka perayaan 15 tahun museum tersebut, pameran ini menjadi salah satu agenda seni-sains paling ambisius di Asia pada 2026.

Dibuka sejak 21 Maret 2026, Flesh and Bones mengeksplorasi bagaimana tubuh manusia dipahami lintas budaya dan zaman—mulai dari pendekatan ilmiah hingga interpretasi artistik.

Lebih dari 160 artefak dan karya seni ditampilkan, menggabungkan sejarah, teknologi visual, hingga tradisi medis dari berbagai belahan dunia.

Pameran ini merupakan pengembangan dari proyek yang pertama kali diperkenalkan oleh Getty Research Institute pada 2022, dengan kurasi oleh Monique Kornell.

Versi terbaru di Singapura telah diperluas dengan integrasi perspektif Asia serta puluhan karya kontemporer yang menghadirkan sudut pandang baru terhadap anatomi manusia.

Menurut Honor Harger, Vice President ArtScience Museum, pameran ini menyoroti hubungan erat antara seni, sains, dan rasa ingin tahu manusia terhadap tubuh.

“Anatomi tidak hanya dibentuk oleh ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh budaya, kepercayaan, dan eksplorasi artistik,” ujarnya.

Salah satu highlight utama adalah karya anatomi klasik dari Antonio Cattani, berupa ukiran berskala besar dari abad ke-18 yang menampilkan visualisasi detail tubuh manusia.

Karya tersebut dipamerkan berdampingan dengan interpretasi kontemporer dari seniman Asia seperti Angela Su, yang menghadirkan pendekatan spekulatif terhadap anatomi modern.

Pengalaman imersif juga menjadi kekuatan utama pameran ini. Instalasi The Network Within karya Chiharu Shiota membuka perjalanan pengunjung dengan representasi tubuh sebagai jaringan memori dan koneksi.

Sementara itu, instalasi audiovisual Evolver dari Marshmallow Laser Feast membawa pengunjung menjelajahi sistem pernapasan manusia melalui teknologi VR, dengan narasi oleh Cate Blanchett dan musik dari Jonny Greenwood.

Tidak hanya berfokus pada perspektif Barat, pameran ini juga mengangkat pendekatan anatomi dari Asia, termasuk pengenalan mendalam terhadap konsep Traditional Chinese Medicine.

Melalui koleksi teks kuno, diagram, dan instrumen medis, pengunjung diajak memahami tubuh sebagai sistem energi dan keseimbangan, bukan sekadar struktur fisik.

Sebagai tambahan, pengunjung dapat melihat spesimen tubuh manusia yang biasanya digunakan dalam pendidikan medis, termasuk koleksi dari Nanyang Technological University serta Institute for Plastination di Jerman.

Presentasi ini dilengkapi dengan narasi etis melalui program Silent Mentor, yang menekankan pentingnya empati dan penghormatan dalam studi anatomi.

Dengan kombinasi seni, sains, dan teknologi, Flesh and Bones: The Art of Anatomy mempertegas posisi ArtScience Museum sebagai pusat inovasi lintas disiplin di kawasan Asia.

Pameran ini akan berlangsung hingga 16 Agustus 2026, menawarkan pengalaman mendalam tentang bagaimana manusia memahami tubuhnya—dari masa lalu hingga masa depan. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business Upbit Indonesia Akselerasi Literasi Blockchain Lewat Web3 on Campus, Jangkau 1.000 Mahasiswa
by Adrian Jasman2026-02-25 12:38:56

Upbit gelar Web3 on Campus, edukasi blockchain dan kripto ke 1.000 mahasiswa di 4 kota.

image
Business Survei Bakolan: 67% UMKM Marketplace Siap Agresif Hadapi Ramadan 2026, Diskon Jadi Senjata Utama
by Adrian Jasman2026-02-23 23:00:42

67% UMKM marketplace siap agresif hadapi Ramadan 2026, diskon jadi strategi utama.