ArtScience Museum dan OceanX Ajak Pengunjung Menyelami Laut Dalam Lewat Pameran Imersif “Into the Ocean”
PAMERAN - Vivid footage of deep-sea creatures reveal the resilience and diversity of life in extreme deep-sea environments_Credit to Marina Bay Sands
AVNMEDIA.ID - Dunia bawah laut yang selama ini tersembunyi kini bisa dijelajahi publik melalui pameran imersif terbaru bertajuk “Into the Ocean: Journey Beneath” di ArtScience Museum.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi dengan organisasi eksplorasi laut global OceanX.
Sejak dibuka pada 6 Juni 2026, pameran ini menawarkan pengalaman multisensori yang memadukan seni, sains, dan teknologi untuk membawa pengunjung menyelam ke kedalaman samudra yang jarang terjamah manusia.
Menjelajah Laut Dalam Lewat Pengalaman Imersif dari Kapal Riset hingga Zona Gelap Samudra
Pengalaman dimulai dari simulasi di atas kapal riset canggih R/V OceanXplorer, di mana pengunjung diajak merasakan atmosfer ekspedisi ilmiah secara real-time.
Suasana kapal dipenuhi suara peralatan penelitian dan komunikasi tim ekspedisi, sebelum pengunjung memasuki simulasi kapal selam dan memulai perjalanan “Descent” menuju kedalaman laut.
Perjalanan ini membawa pengunjung melewati tiga zona utama:
- Photic Zone (zona cahaya)
- Twilight Zone (zona senja)
- Aphotic Zone (zona gelap total)
Setiap lapisan memperlihatkan ekosistem laut yang berbeda, mulai dari terumbu karang yang hidup hingga dunia bioluminesen di kegelapan abadi samudra.
Saat Laut Gelap Mengungkap Ekosistem Paling Misterius di Bumi
Semakin dalam pengunjung menyelam, cahaya alami perlahan menghilang dan digantikan oleh kehidupan laut yang bercahaya dan bergerak dalam kegelapan.
Makhluk-makhluk laut dalam yang jarang terlihat manusia muncul dalam bentuk visual interaktif, memperlihatkan kompleksitas ekosistem laut yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim global.
Perjalanan kemudian berakhir di area Resurface, yang menyoroti upaya restorasi ekosistem seperti lamun dan konservasi laut, menegaskan bahwa aksi manusia memiliki dampak langsung terhadap kelestarian laut.
Seni, Sains, dan Teknologi Bersatu dalam Satu Pameran
Pameran ini melibatkan sejumlah seniman dan kolektif internasional seperti:
- Marshmallow Laser Feast (Inggris)
- Jana Winderen (Norwegia)
- Marco Barotti (Italia)
- bit.studio (Thailand)
- Sissel Tolaas (Norwegia)
- Robertina Šebjanič (Slovenia)
Salah satu karya paling menonjol adalah “Invisible Ocean” oleh Sissel Tolaas, yang mengubah sampel laut menjadi pengalaman aroma imersif berbasis penelitian kimia molekuler.
Pengunjung tidak hanya melihat laut, tetapi juga “merasakan” keberadaan ekosistemnya melalui indera penciuman.
Teknologi Interaktif Ungkap Rahasia Ekosistem Laut
Di zona Photic, pengunjung dapat menjelajahi ekosistem terumbu karang melalui data riset dari Lee Kong Chian Natural History Museum.
Instalasi interaktif seperti Dive and Discover memungkinkan pengunjung mengendalikan simulasi kapal selam, sementara karya visual dan audio dari berbagai seniman menampilkan data pergerakan kehidupan laut secara real-time.
Pada zona Twilight, teknologi seperti DataXplorer memvisualisasikan arus laut yang berperan penting dalam mengatur iklim global, dikembangkan bersama ilmuwan dan pembuat film internasional.
Dari Laut Terdalam ke Pesan Konservasi Global
Di zona Aphotic, pengunjung disuguhi spesimen laut dalam langka serta rekaman eksklusif ekspedisi OceanX yang memperlihatkan kehidupan di kedalaman ekstrem.
Instalasi suara multikanal karya Jana Winderen juga menghadirkan pengalaman audio imersif yang menggambarkan “suara” laut dalam yang tak pernah terdengar manusia.
Perjalanan ditutup di area Resurface yang dikembangkan bersama WWF Singapore, menyoroti pentingnya restorasi ekosistem seperti padang lamun melalui proyek konservasi nyata di Asia.
Film Festival Ikut Perkuat Narasi Adaptasi Iklim
Selain pameran utama, Sustainable Futures Film Festival juga digelar di ArtScience Cinema pada 12 Juni–31 Agustus 2026.
Festival ini menampilkan 12 film gratis yang menggabungkan sains kelautan, krisis iklim, dan imajinasi sinematik dalam tiga tema utama:
- Uncharted Waters
- Deep Imagination
- Hidden Connections
Film seperti A Life Illuminated (2025) dan Blue Carbon: Nature’s Hidden Power (2023) menjadi sorotan utama karena menyoroti pentingnya bioluminesensi laut dalam dan ekosistem karbon biru dalam mitigasi perubahan iklim.
Pameran Berlangsung Hingga November 2026
Pameran “Into the Ocean: Journey Beneath” akan berlangsung hingga 1 November 2026 dan menjadi salah satu pengalaman imersif paling komprehensif yang menggabungkan seni kontemporer, riset ilmiah, dan teknologi eksplorasi laut.
Informasi lebih lanjut tersedia melalui situs resmi ArtScience Museum Exhibitions. (jas)
- Jaga Napas, Jaga Keluarga: Pesan di Balik Kampanye Regional Pfizer
- ArtScience Museum Hadirkan “Flesh and Bones”, Eksplorasi Tubuh Manusia Lintas Seni dan Sains
- Cara Marina Bay Sands Rayakan Tahun Kuda Api 2026, Hadirkan Instalasi Ikonik hingga Pengalaman Kuliner Premium
- ArtScience Museum Hadirkan Pameran Solo Pertama Lawrence Lek di Asia Tenggara





