Apa Itu EasyPact Solar MCCB? Produk Baru Schneider Electric untuk Sistem Tenaga Surya Indonesia!

Jaga agar distribusi listrik tetap aman

EASYPACT SOLAR MCCB - EasyPact Solar MCCB dirancang untuk memastikan sistem tenaga surya tetap stabil, aman, dan mampu beroperasi dengan performa maksimal meski di bawah tekanan arus tinggi/ HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.IDSchneider Electric, perusahaan asal Prancis yang bergerak dalam manajemen energi dan otomasi industri, meluncurkan EasyPact Solar MCCB.

EasyPact Solar MCCB hadir sebagai solusi proteksi listrik andal untuk sistem pembangkit tenaga surya (PLTS), menjawab kebutuhan ekosistem energi terbarukan di Indonesia yang terus berkembang pesat.

Peluncuran EasyPact Solar MCCB menandai langkah penting Schneider Electric dalam mendukung transisi energi nasional menuju sumber yang lebih bersih dan efisien.

EasyPact Solar MCCB dirancang untuk memastikan sistem tenaga surya tetap stabil, aman, dan mampu beroperasi dengan performa maksimal meski di bawah tekanan arus tinggi.

Menjawab Tantangan Transisi Energi di Indonesia

Permintaan listrik di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan digitalisasi.

Pemerintah mencatat, hingga semester I tahun 2025, kapasitas pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) bertambah 876,5 MW, di mana pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menyumbang sekitar 233,3 MW.

Namun, seiring peningkatan kapasitas ini, sistem PLTS membutuhkan teknologi proteksi yang andal untuk mengatur dan menjaga arus listrik bertegangan tinggi. Di sinilah EasyPact Solar MCCB memainkan peran penting — menjaga aliran listrik dari inverter ke jaringan distribusi tetap stabil tanpa gangguan seperti overcurrent atau short circuit.

Related News
Recent News
image
Business DANA Raih Penghargaan Komdigi sebagai Perusahaan Paling Aktif Laporkan Konten Ilegal
by Adrian Jasman2026-06-02 19:34:36

DANA meraih penghargaan Komdigi sebagai perusahaan paling aktif melaporkan konten ilegal.

image
Business SCG Catat Pertumbuhan EBITDA 17 Persen di Q1 2026, Perkuat Resiliensi Bisnis Hadapi Gejolak Global
by Adrian Jasman2026-05-29 19:53:52

SCG catat EBITDA Rp8,3 triliun di Q1 2026, didorong strategi efisiensi dan bisnis regional.