DRAMA KOREA

Analisis Alasan Can This Love Be Translated? Jadi Sangat Populer di Tayangan Netflix Global

DRAKOR CAN THIS LOVE BE TRANSLATED? - Ho-jin menerima foto dari Mu-hee dan langsung menyusulnya. Dalam percakapan emosional, Mu-hee mengaku telah mengingat segalanya dan masih mencintai Ho-jin/ X @NetflixKR

AVNMEDIA.IDDrama Korea Can This Love Be Translated? menjelma menjadi salah satu fenomena global Netflix yang paling banyak dibicarakan.

Tak hanya menempati jajaran teratas tayangan terpopuler di berbagai negara, serial ini juga memantik diskusi luas di media sosial lintas budaya.

Popularitas Can This Love Be Translated? bukanlah kebetulan.

Ada kombinasi kuat antara konsep cerita yang unik, pendekatan romansa yang dewasa, hingga chemistry akting yang solid antara Kim Seon Ho dan Go Youn Jung.

Berikut analisis alasan mengapa drama ini begitu berhasil mencuri perhatian penonton global.

Kisah Cinta yang Berangkat dari Bahasa dan Keheningan

Di tengah pasar drama romansa Korea yang kerap mengandalkan konflik besar dan twist dramatis, Can This Love Be Translated? justru mengambil jalur berbeda.

Cerita bermula dari profesi yang jarang diangkat sebagai poros utama drama romantis: penerjemah bahasa.

Drama ini menjadikan bahasa sebagai metafora hubungan manusia modern—di mana berbicara belum tentu berarti saling memahami.

Alih-alih menumpuk konflik emosional yang meledak-ledak, narasi dibangun lewat kesalahpahaman kecil, jeda percakapan, dan momen sunyi yang terasa relevan dengan kehidupan nyata.

Pendekatan ini membuat ceritanya terasa lembut, personal, dan mudah terhubung dengan penonton dari berbagai latar budaya.

 

Kim Seon Ho dan Representasi Pria Intelektual Dewasa

Kim Seon Ho kembali ke genre romansa dengan karakter yang sangat selaras dengan kekuatan aktingnya.

Joo Ho Jin digambarkan sebagai sosok penerjemah jenius yang dingin, rasional, dan nyaris tanpa ekspresi emosional.

Namun seiring cerita berjalan, lapisan emosional karakter ini perlahan terbuka.

Ketika perasaan tak lagi bisa dijelaskan secara logis, Ho Jin dipaksa menghadapi keterbatasan bahasa dan logika yang selama ini ia andalkan.

Kim Seon Ho menampilkan emosi lewat detail kecil: tatapan ragu, dialog minim, hingga keheningan yang berbicara lebih lantang dari kata-kata.

Inilah yang membuat karakternya terasa manusiawi dan dewasa—sebuah daya tarik besar bagi penonton global Netflix yang kini cenderung mencari romansa yang realistis.

Go Youn Jung dan Potret Kesepian di Balik Popularitas

Berbanding terbalik dengan Ho Jin, Cha Mu Hee adalah selebritas global yang hidup di bawah sorotan kamera dan ekspektasi publik.

Karakter ini menjadi representasi sisi gelap ketenaran—glamor di luar, rapuh di dalam.

Go Youn Jung berhasil memerankan dualitas tersebut dengan meyakinkan.

Di ruang publik, Mu Hee tampil percaya diri dan lugas.

Namun dalam kehidupan pribadinya, ia digambarkan sebagai sosok yang kesepian dan sulit mempercayai orang lain.

Belum lagi akting dan kisah kelam akan sosok Do Ra-mi yang juga menjadi bumbu andalan di drama Korea ini, yang menambah kompleksitas cerita. 

Chemistry antara Go Youn Jung dan Kim Seon Ho menjadi salah satu kekuatan utama drama ini.

Hubungan mereka terasa organik, tidak dibuat-buat, dan berkembang perlahan—sesuatu yang justru membuat kisah cintanya terasa lebih nyata.

Latar Internasional dan Nuansa Global Netflix

Salah satu faktor penting yang mendorong popularitas global Can This Love Be Translated? adalah penggunaan lokasi syuting lintas negara seperti Jepang, Italia, dan Kanada.

Setting ini bukan sekadar pemanis visual, melainkan bagian integral dari cerita.

Perpindahan tempat mencerminkan realitas dunia modern yang serba global—di mana jarak fisik semakin dekat, tetapi jarak emosional justru kerap melebar.

Visual sinematik dengan standar internasional membuat drama ini terasa “Netflix banget” dan mudah diterima penonton non-Korea.

Efek Media Sosial dan Tren Romansa Korea Global

Sejak penayangannya, Can This Love Be Translated? konsisten menjadi topik hangat di media sosial.

Banyak penonton menyebut drama ini sebagai tontonan “tenang tapi menghantam”, berkat dialog sederhana yang menyimpan makna emosional mendalam.

Kesuksesan ini menegaskan satu hal: drama romansa Korea masih sangat relevan di pasar global, selama mampu beradaptasi dengan selera penonton internasional—lebih subtil, lebih dewasa, dan lebih jujur secara emosional.

Ketika Cinta Tak Selalu Bisa Diterjemahkan

Pada akhirnya, Can This Love Be Translated? menjadi sangat populer bukan karena plot sensasional atau konflik ekstrem.

Kekuatan utamanya justru terletak pada kesederhanaan cerita, kedalaman karakter, dan pesan universal tentang komunikasi dalam hubungan manusia.

Drama ini mengajukan pertanyaan reflektif: apakah berbagi bahasa yang sama cukup untuk saling memahami?

Pertanyaan inilah yang membuat Can This Love Be Translated? bukan sekadar drama romantis biasa, melainkan tontonan yang relevan dan membekas bagi penonton Netflix di seluruh dunia. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Film 5 Film Terbaik soal Afterlife, Sudah Pasti Ada The Sixth Sense (1999)
by Adrian Jasman2026-02-01 21:24:18

5 film terbaik soal afterlife, dari The Sixth Sense hingga After Life. Wajib tonton.

image
Film Spoiler No Tail To Tell Episode 6: Si-yeol Ajak Eun-ho Menikmati Hidup sebagai Manusia
by Adrian Jasman2026-02-01 16:00:00

Spoiler No Tail To Tell Episode 6: Si-yeol ajak Eun-ho jalani hidup normal usai jadi manusia.