Spoiler Episode 1 The Art of Sarah: Plot Twist di Akhir, Sarah Kim Tak Pernah Ada
SARAH KIM - Drama misteri terbaru bertajuk The Art of Sarah langsung tancap gas di episode perdana. Alih-alih memperkenalkan karakter utama secara perlahan, penonton justru disuguhi mayat sejak awal cerita/ X @amirkdrama
AVNMEDIA.ID - Drama Korea misteri terbaru bertajuk The Art of Sarah langsung tancap gas di episode perdana.
Alih-alih memperkenalkan karakter utama secara perlahan, penonton justru disuguhi mayat sejak awal cerita.
Dan bukan sembarang mayat—korban diduga adalah Sarah Kim, sosok perempuan elegan di balik brand fashion mewah Boudoir.
Namun, seperti judulnya, episode pertama ini benar-benar “seni” dalam memelintir persepsi.
Di akhir cerita, terungkap satu fakta mengejutkan: Sarah Kim mungkin tak pernah ada.
Mayat di Selokan dan Tas Birkin Ungu
Episode 1 dibuka dengan pesta peluncuran koleksi Spring/Summer 2024 Boudoir.
Sarah Kim tampil sebagai kepala regional brand tersebut, berbicara tentang kebenaran yang menyilaukan seperti matahari dan kebohongan yang indah seperti senja.
Beberapa hari kemudian, jasad seorang perempuan ditemukan di saluran pembuangan.
Wajahnya rusak parah, diduga akibat kekerasan. Ia mengenakan busana yang sama seperti di pesta peluncuran.
Di dekat tubuhnya terdapat tas Birkin ungu mewah dan tato di kaki bertuliskan “melancolie splendide.”
Polisi menduga korban adalah Sarah Kim.
Masuklah Detektif Park Mu-gyeong dan timnya.
Mereka segera menghubungi Jeong Yeo-jin, CEO brand kosmetik Nox sekaligus sahabat dekat Sarah.
Yeo-jin mengenali korban dari tatonya dan mengaku sangat terpukul.
Tapi sejak awal, ada sesuatu yang terasa janggal.
Awal Persahabatan: Tas Birkin Merah dan Ambisi
Lewat kilas balik, kita melihat bagaimana Yeo-jin pertama kali bertemu Sarah Kim.
Sarah Kim datang ke department store membawa koper penuh uang tunai dan membeli hampir semua barang yang disentuhnya.
Sikapnya santai, percaya diri, dan terkesan kebal kritik.
Persahabatan mereka makin erat setelah insiden tas Birkin merah.




