Warganet Korea Serukan Boikot Drama Can This Love Be Translated?, Fukushi Sota Dilabeli Aktor Sayap Kanan
FUKUSHI SOTA - Sejumlah warganet Korea Selatan menyerukan aksi boikot terhadap drama ini, menyusul keterlibatan aktor Jepang Fukushi Sota yang dilabeli sebagai aktor berhaluan sayap kanan/ Mydramalist
AVNMEDIA.ID - Gelombang kontroversi tengah menyelimuti drama Korea terbaru Can This Love Be Translated? menjelang penayangannya.
Sejumlah warganet Korea Selatan menyerukan aksi boikot terhadap drama ini, menyusul keterlibatan aktor Jepang Fukushi Sota yang dilabeli sebagai aktor berhaluan sayap kanan.
Drama Can This Love Be Translated? sendiri mengusung kisah romansa tak terduga antara bintang global Cha Mu-hee (diperankan Go Youn-jung) dan penerjemah pribadinya, Ju Ho-jin (Kim Seon-ho).
Hubungan profesional keduanya perlahan berkembang menjadi kisah cinta yang rumit dan penuh dinamika.
Konflik cerita semakin memanas dengan kehadiran karakter pria ketiga yang diperankan oleh Fukushi Sota.
Aktor Jepang tersebut untuk pertama kalinya terlibat dalam proyek drama Korea setelah sukses membangun karier di Jepang lewat sejumlah film populer, seperti Bleach dan My Tomorrow, Your Yesterday.
Namun, alih-alih mendapat sambutan positif, keputusan casting Fukushi justru memicu reaksi keras dari publik Korea.
Warganet kembali mengangkat pernyataan lama Fukushi dalam sebuah program televisi Jepang pada 2015, di mana ia menyinggung keterlibatan kakeknya dalam Perang Pasifik dan pelatihan kamikaze.
Pernyataan tersebut dinilai sebagian warganet Korea sebagai bentuk pembenaran dan glorifikasi terhadap sejarah militer Jepang, yang menyisakan luka mendalam bagi Korea Selatan.
Tak sedikit yang kemudian melabeli Fukushi sebagai “aktor sayap kanan” dan menilai kehadirannya tidak pantas dalam industri hiburan Korea.
Seruan boikot pun merebak di berbagai platform media sosial.
Sejumlah warganet menuntut tim produksi dan platform penayangan untuk memberikan klarifikasi, bahkan mendesak agar drama ini ditinjau ulang sebelum dirilis ke publik.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Fukushi Sota, para pemain utama lainnya, maupun pihak produksi Can This Love Be Translated? terkait tuntutan boikot tersebut.
Di sisi lain, drama ini tetap dijadwalkan tayang sesuai rencana di Netflix pada 16 Januari.
Kontroversi ini membuat Can This Love Be Translated? menjadi salah satu drama Korea paling disorot jelang penayangan.
Publik kini menanti apakah tekanan warganet akan berdampak pada strategi promosi, penayangan, atau bahkan masa depan drama romansa tersebut di pasar global. (jas)



