Update Kisruh Kadin, Kubu Arsjad Rasjid Klaim Kantor Diblokade Orang Tak Dikenal
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid/ Foto: IG @arsjadrasjid
AVNMEDIA.ID - Update terbaru soal polemik kursi ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Terbaru, pihak Arsjad Rasjid tak mempermasalahkan adanya orang tak dikenal yang blokade mereka hingga tak bisa masuk ke Menara Kadin di Kuningan.
Hal tersebut diutarakan kubu Arsjad Rasjid, dimana pihak mereka terpaksa urung melakukan konferensi pers di Menara Kadin, Kuningan untuk memberikan keterangan soal kabar pergantian ketua umum dari Arsjad Rasyid ke Anindya Bakrie.
Dia pun mengamini bahwa pihaknya kini tak bisa masuk ke Menara Kadin di Kuningan tersebut.
Meski demikian, Arsjad Rasjid tak mau mempersoalkan perihal tak diperbolehkannya kubu mereka berkantor di Menara Kadin, Kuningan itu.
Arsjad Rasjid hanya menenkankan bahwa dirinya hanya ingin memastikan program-program bisa jalan.
"Tapi tadi kami agile. Kami yang penting adalah bagaimana memastokan program jalan. Kami akan lihat terus,” katanya dalam konferensi pers di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Minggu (15/9/2024).
Persoalan kantor, dia sebut, pihaknya akan mendapatkan lokasi kantor baru pada Selasa esok.
"Hari Selasa sudah mulai hari kerja, Insyaallah sudah ada tempat lain,” katanya lagi.
Diketahui, kursi ketua Kadin Indonesia belakangan hari ini mulai bergoyang.
Pada 14 September lalu, muncul Munaslub Kadin Indonesia yang memilih dan menetapkan anak Aburizal Bakrie, Anindya Novyan Bakrie sebagai ketua umum.
Tak lama, setelahnya, kubu Arsjad Rasjid menolak hasil itu dengan mengatakan bahwa Munaslub yang digelar adalah ilegal. '
Ilegal itu dikarenakan, pada proses penggantian ketua umum, kuorum tak capai jumlah yang sah.
Sebagai informasi, Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid sempat melepas jabatannya pada gelaran Pilpres 2024. Saat itu, ia ditunjuk sebagai ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Kelompok pengusaha itu kemudian dipimpin oleh Plt Harian Ketum Kadin Yukki Nugrahawan Hanafi. Kemudian, Arsjad kembali mengambil alih jabatannya usai Ganjar-Mahfud kalah di Pilpres 2024. (jas)





