Unbox Joy: POP MART Christmas Town Hadirkan Pengalaman Liburan Ikonik di Grand Indonesia

Mulai 22 November 2025 hingga 4 Januari 2026.

ACARA - POP MART kembali menarik perhatian publik dengan menghadirkan “Unbox Joy: POP MART Christmas Town”, sebuah destinasi liburan bernuansa fantasi yang digelar di Main Atrium Grand Indonesia mulai 22 November 2025 hingga 4 Januari 2026/ HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.IDPOP MART kembali menarik perhatian publik dengan menghadirkan “Unbox Joy: POP MART Christmas Town”, sebuah destinasi liburan bernuansa fantasi yang digelar di Main Atrium Grand Indonesia mulai 22 November 2025 hingga 4 Januari 2026.

Mengusung konsep kota dongeng modern, POP MART menyulap pusat perbelanjaan tersebut menjadi ruang penuh imajinasi, kreativitas, sekaligus pengalaman belanja bernilai tambah.

Sebagai brand yang memiliki basis penggemar kuat di Asia, POP MART memanfaatkan momentum akhir tahun untuk memperkuat engagement dengan konsumen melalui instalasi tematik.

Fokusnya bukan sekadar dekorasi visual, tetapi menciptakan experience economy yang memadukan hiburan, aktivitas interaktif, dan retail lifestyle.

Ferris Wheel hingga Gift Station: Dorong Aktivitas Retail Bernilai Tambah

Atraksi utama yang mencuri perhatian adalah POP MART Christmas Ferris Wheel, instalasi berbentuk bianglala mini yang bergerak pada jam tertentu setiap hari.

Elemen ini dirancang sebagai visual magnet yang mendorong peningkatan foot traffic serta memperkuat daya tarik acara dalam konteks experiential marketing.

Pengunjung kemudian diarahkan menyusuri area pop-up bertema Natal yang dipenuhi berbagai aktivitas dan produk edisi khusus.

Related News
Recent News
image
Business bluInvest Emas Hadir, Anak Muda Bisa Mulai Investasi Emas Cuma Rp10 Ribu
by Adrian Jasman2026-09-19 17:17:49

bluInvest Emas hadir, investasi emas mulai Rp10 ribu lewat kolaborasi BCA Digital dan Pegadaian.

image
Business Amar Bank dan JAFF Bedah Tantangan Bankability Pekerja Film, dari Arus Kas hingga Aset IP
by Adrian Jasman2026-09-19 14:00:00

Amar Bank dan JAFF mengungkap tantangan bankability pekerja film, dari arus kas hingga IP.