Top 3 Reksadana Pendapatan Tetap dengan Pertumbuhan Kinerja Terbaik dalam 3 Bulan Terakhir
TANGKAPAN LAYAR - Tangkapan layar situs Makmur.id/ Makmur.id
AVNMEDIA.ID - Dalam beberapa bulan terakhir, perhatian investor mulai kembali tertuju pada reksadana pendapatan tetap sebagai instrumen yang menawarkan keseimbangan antara stabilitas dan potensi imbal hasil.
Di tengah kondisi pasar yang relatif lebih tenang dibandingkan periode volatil sebelumnya, kinerja reksadana jenis ini menjadi relevan untuk dicermati, terutama bagi investor dengan tujuan jangka menengah.
Melalui berbagai pilihan reksadana pasar uang di Makmur.id serta akses informasi yang terintegrasi di Makmur.id, investor dapat membandingkan performa antar produk secara lebih objektif sebelum mengambil keputusan.
Secara umum, reksadana pendapatan tetap mengalokasikan sebagian besar dana pada obligasi pemerintah maupun korporasi dengan peringkat layak investasi.
Dalam periode tiga bulan terakhir hingga 26 Januari 2026, kinerja reksadana pendapatan tetap menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil, meskipun tidak setinggi reksadana saham.
Hal ini mencerminkan karakter dasarnya yang lebih defensif dan berorientasi pada pendapatan.
Sebelum melihat daftar produk dengan kinerja terbaik, penting untuk memahami bahwa pergerakan NAB reksadana pendapatan tetap sangat dipengaruhi oleh arah suku bunga, stabilitas pasar obligasi, serta kebijakan moneter yang berlaku.
Dengan latar tersebut, berikut adalah tiga reksadana pendapatan tetap yang mencatatkan pertumbuhan kinerja terbaik dalam tiga bulan terakhir.
Top 3 Reksadana Pendapatan Tetap dengan Kinerja Terbaik
1. Danamas Stabil
Danamas Stabil mencatatkan NAB per unit sebesar Rp1.717,36 dengan kenaikan +2,45 persen dalam tiga bulan terakhir per 26 Januari 2026.
Produk ini memiliki alokasi obligasi sebesar 93,2 persen dan pasar uang 6,8 persen.
Dominasi obligasi dalam portofolio memberikan kontribusi utama terhadap stabilitas kinerja, terutama ketika pasar obligasi domestik berada dalam kondisi relatif kondusif.
Porsi pasar uang yang terbatas berfungsi sebagai penyangga likuiditas, sehingga pengelolaan arus kas dapat dilakukan secara lebih fleksibel tanpa mengorbankan potensi hasil.
2. Insight Simas Asna Pendapatan Tetap Syariah I Asna
Dengan NAB per unit Rp2.211,61 dan kenaikan +2,40 persen dalam tiga bulan terakhir, reksadana ini menunjukkan konsistensi kinerja yang sejalan dengan prinsip syariah.
Alokasi portofolionya didominasi oleh obligasi sebesar 96,92 persen, sementara pasar uang hanya 3,08 persen.
Struktur ini mencerminkan fokus pada pendapatan yang relatif stabil dari instrumen obligasi syariah.
Kinerja yang tercatat mencerminkan kemampuan pengelola dalam menjaga kualitas aset di tengah dinamika pasar, meskipun ruang pertumbuhan cenderung lebih terbatas dibandingkan instrumen berisiko lebih tinggi.
3. KISI Fixed Income Sharia
KISI Fixed Income Sharia mencatatkan NAB per unit Rp1.037,42 dengan pertumbuhan +1,99 persen dalam tiga bulan terakhir per 26 Januari 2026.
Portofolio produk ini terdiri dari 91,84 persen obligasi dan 8,16 persen pasar uang.
Porsi pasar uang yang sedikit lebih besar dibandingkan dua produk sebelumnya memberikan fleksibilitas tambahan dalam pengelolaan likuiditas.
Meski kenaikan NAB relatif lebih rendah, kinerja ini tetap mencerminkan karakter defensif yang menjadi ciri utama reksadana pendapatan tetap berbasis syariah.
Mengapa Kenaikan Reksadana Pendapatan Tetap Cenderung Terbatas
Kenaikan NAB reksadana pendapatan tetap umumnya lebih moderat dibandingkan jenis reksadana lain karena sangat dipengaruhi oleh pergerakan suku bunga dan kondisi pasar obligasi.
Di Indonesia, stabilnya suku bunga acuan dalam beberapa bulan terakhir membuat ruang kenaikan harga obligasi menjadi terbatas, sehingga imbal hasil yang tercermin pada NAB bergerak lebih lambat.
Dalam situasi inflasi yang terjaga dan kebijakan fiskal yang relatif stabil, obligasi lebih berperan sebagai instrumen penjaga stabilitas daripada pendorong pertumbuhan agresif.
Selain faktor makroekonomi, strategi pengelolaan portofolio juga turut menentukan laju kenaikan NAB.
Manajer investasi pada reksadana pendapatan tetap umumnya mengutamakan kualitas penerbit dan pengelolaan jatuh tempo obligasi secara konservatif.
Pendekatan ini efektif menekan risiko dan menjaga konsistensi kinerja, namun secara alami membatasi potensi kenaikan NAB yang signifikan dalam jangka pendek.
Bagi investor yang ingin mengevaluasi dan memilih reksadana pendapatan tetap sesuai tujuan keuangan, akses terhadap data kinerja, komposisi portofolio, dan kemudahan transaksi menjadi faktor penting.
Melalui Makmur.id, berbagai produk reksadana dapat dibandingkan secara transparan, sehingga keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih terukur dan selaras dengan rencana keuangan jangka menengah hingga panjang. (jas)




