Tesla Tawarkan Kredit 7 Tahun Bunga Rendah di China, Strategi Hadapi Pajak EV Tiongkok
EV TESLA - Tesla Model S Plaid/ dolliqromona
AVNMEDIA.ID - Tesla kembali menggeber strategi penjualan di China dengan menawarkan pembiayaan bunga rendah hingga 7 tahun untuk seluruh mobil listrik produksi lokalnya.
Kebijakan ini diluncurkan bersamaan dengan mulai diberlakukannya pajak pembelian kendaraan listrik (EV) oleh pemerintah China.
Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat itu menyebut, konsumen China yang membeli Tesla Model 3, Model Y, atau Model Y L hingga 31 Januari 2026 bisa menikmati skema cicilan jangka panjang dengan bunga sangat rendah.
Program ini menjadi pembiayaan terpanjang yang pernah ditawarkan pabrikan otomotif di China.
Dibandingkan suku bunga standar sekitar 2,5 persen per tahun, skema ini diklaim mampu menghemat biaya hingga 33.479 yuan, atau setara sekitar Rp79–80 juta.
Bunga Mulai 0,98 Persen per Tahun
Berdasarkan situs resmi Tesla China, annualized fee rate dalam program ini dipatok mulai 0,5 persen, setara bunga tahunan sekitar 0,98 persen.
Dengan skema tersebut, konsumen bisa membeli:
- Tesla Model 3 atau Model Y lima kursi dengan uang muka 79.900 yuan (sekitar Rp190 juta)
- Model Y L enam kursi dengan uang muka 99.900 yuan (sekitar Rp238 juta)
Cicilan bulanannya pun tergolong rendah:
- Model 3: mulai 1.918 yuan per bulan (sekitar Rp4,56 juta)
- Model Y lima kursi: mulai 2.263 yuan per bulan (sekitar Rp5,4 juta)
- Model Y L enam kursi: mulai 2.947 yuan per bulan (sekitar Rp7 juta)
Harga Tesla di China Jika Dirupiahkan
Dengan kurs perkiraan 1 yuan = Rp2.380, berikut gambaran harga Tesla di China dalam rupiah:
Tesla Model 3
Mulai 235.500 yuan ≈ Rp560 juta
Varian tertinggi 339.500 yuan ≈ Rp809 juta
Tesla Model Y (5 kursi)
Mulai 263.500 yuan ≈ Rp628 juta
Varian tertinggi 313.500 yuan ≈ Rp746 juta
Tesla Model Y L (6 kursi)
Mulai 339.000 yuan ≈ Rp807 juta
Selain skema 7 tahun, Tesla juga masih menawarkan kredit 0 persen selama 5 tahun untuk seluruh model produksi lokal, termasuk Model Y L yang baru pertama kali masuk program tersebut.
Strategi Hadapi Pajak EV China
Langkah Tesla ini dinilai sebagai respons langsung terhadap kebijakan baru China.
Mulai 2026–2027, kendaraan energi baru (NEV) dikenakan pajak pembelian 5 persen, setengah dari tarif normal 10 persen. Sebelumnya, EV sepenuhnya bebas pajak, meski dengan batas nilai tertentu.
Sejumlah produsen mobil listrik lokal China bahkan memilih menanggung pajak pembelian konsumen pada awal 2026.
Tesla memilih jalur berbeda: menekan beban konsumen lewat bunga ultra-rendah dan tenor panjang, agar daya beli tetap terjaga. (jas)



