Tesla Produksi EV ke-9 Juta di Pabrik Shanghai, Model Y Diklaim Paling Laris di Pasar Global
Tesla menjual sekitar 83.000 kendaraan listrik (EV) di China pada Desember/ CarnewsChina
AVNMEDIA.ID - Tesla kembali mencatatkan tonggak penting dalam industri kendaraan listrik global.
Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat ini resmi meluncurkan kendaraan listrik (EV) ke-9 juta secara global dari pabriknya di Shanghai, China, yang juga menjadi fasilitas manufaktur terbesar Tesla di dunia.
Kendaraan yang menandai pencapaian tersebut adalah Tesla Model Y, model paling laris secara global dalam beberapa tahun terakhir.
Model Y Jadi Tulang Punggung Penjualan Tesla
Tesla menyebut Model Y sebagai kendaraan terlaris dunia, mengacu pada data JATO Dynamics yang menempatkan Model Y sebagai juara penjualan kendaraan penumpang global pada 2023.
Status tersebut berlanjut pada 2024 berdasarkan data Statista.
Dominasi Model Y memperkuat posisi Tesla di pasar global, terutama di segmen SUV listrik, sekaligus menegaskan peran strategis pabrik Shanghai dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.
Pabrik Shanghai, Fondasi Produksi Global Tesla
Pabrik Tesla di Shanghai mulai dibangun pada 7 Januari 2019 dan resmi beroperasi pada akhir tahun yang sama.
Fasilitas ini mencatat sejarah sebagai pabrik otomotif pertama di China yang sepenuhnya dimiliki perusahaan asing.
Sejak beroperasi, Giga Shanghai berkembang pesat:
- Pengiriman Model 3 ke konsumen lokal dimulai pada Januari 2020
- Pengiriman Model Y menyusul pada Januari 2021
- Produksi kendaraan lokal ke-1 juta tercapai pada Agustus 2022
- Produksi ke-2 juta dicapai pada September 2023
Tonggak produksi berikutnya terus dipercepat, dengan kendaraan ke-3 juta dan ke-4 juta masing-masing tercapai pada Oktober 2024 dan Desember 2025.
Kapasitas Lebih dari 1 Juta Unit per Tahun
Dengan kapasitas produksi tahunan di atas 1 juta unit, pabrik Shanghai kini menjadi basis manufaktur terbesar Tesla secara global.
Selain memenuhi permintaan domestik China, fasilitas ini juga berfungsi sebagai hub ekspor utama Tesla ke berbagai pasar internasional.
Peran ganda ini menjadikan Giga Shanghai sebagai aset strategis di tengah persaingan industri EV global yang semakin ketat.
Penjualan Grosir Kuat, Ritel China Melemah
Dari Januari hingga November tahun ini, penjualan grosir Tesla China—yang mencakup penjualan domestik dan ekspor—mencapai 754.561 unit, berdasarkan data CnEVPost.
Angka ini menunjukkan kekuatan Tesla di sisi produksi dan distribusi global.
Namun di sisi lain, penjualan ritel Tesla di China mengalami tekanan. Penjualan pada November tercatat 73.145 unit, menandai penurunan tahunan selama lima bulan berturut-turut.
Secara kumulatif, penjualan ritel Tesla di China dari Januari hingga November mencapai 531.855 unit, turun 7,37 persen secara tahunan.
Kondisi ini mencerminkan tantangan Tesla menghadapi persaingan ketat dari produsen EV lokal China serta dinamika pasar domestik yang berubah cepat.
Tesla di Persimpangan Strategis
Produksi EV ke-9 juta menjadi bukti skala dan kekuatan manufaktur Tesla secara global.
Namun, melemahnya penjualan ritel di China juga menjadi sinyal bahwa pertumbuhan ke depan tidak hanya bergantung pada kapasitas produksi, tetapi juga strategi harga, inovasi produk, dan adaptasi pasar.
Bagi Tesla, Shanghai tetap menjadi mesin utama—namun tantangan bisnis di pasar EV terbesar dunia kini semakin kompleks. (jas)



