Sinopsis Episode 1 Bloody Flower: Misteri Pembunuhan Berantai di Guam Dimulai!
Pembuka: Horor Pembunuhan Berantai di Guam
DRAMA KOREA - Episode pertama Bloody Flower langsung menegangkan. Kota Guam diguncang oleh serangkaian hilangnya warga, total 10 orang, dengan korban terbaru Hong Jae-gwang. Pelaku, Lee Woo-gyeom, melakukan eksperimen medis kejam pada korbannya, membunuh sekaligus mencoba “obat ajaib” untuk semua pe
AVNMEDIA.ID - Episode pertama drama Korea Bloody Flower langsung menegangkan.
Kota Guam diguncang oleh serangkaian hilangnya warga, total 10 orang, dengan korban terbaru Hong Jae-gwang.
Pelaku, Lee Woo-gyeom, melakukan eksperimen medis kejam pada korbannya, membunuh sekaligus mencoba “obat ajaib” untuk semua penyakit yang tak tersembuhkan.
Polisi akhirnya mendapatkan petunjuk dan mengepung Woo-gyeom saat ia merawat pasien kanker, Lee Chang-se.
Jaksa Cha Yi-yeon, sosok tegas dan tak kenal kompromi, ikut hadir saat penangkapan meski detektif Gong berusaha menahannya.
Namun ketenangan Woo-gyeom yang menyeramkan membuat momen ini semakin menegangkan, apalagi ketika polisi menemukan mayat-mayat yang terpotong-potong di rumahnya.
Konflik dan Dilema Karakter
Pengacara Park Han-jun menjadi fokus cerita lain.
Dari pembela kasus sosial kini ia membela orang kaya demi uang.
Tapi masalah pribadi mengganjal hatinya: putrinya, Park Min-seo, menderita penyakit Batten dan membutuhkan 2 juta untuk perawatan klinis baru.
Dokter yang dijanjikan obatnya, Moon Se-guk, tiba-tiba hilang.
Han-jun kemudian tergoda oleh Woo-gyeom setelah sang pembunuh mengungkapkan bahwa Moon Se-guk adalah salah satu korbannya.
Woo-gyeom bahkan menawarkan uang 2 juta yang hilang sebagai “biaya jasa” untuk membela dirinya, plus janji akan menyembuhkan Min-seo.
Ketegangan moral dan dilema etis mulai terasa: sang pengacara harus memutuskan antara kode etik atau harapan hidup putrinya.
Jaksa Cha dan Perjuangan Keadilan
Jaksa Cha Yi-yeon, putri bungsu keluarga Sejin yang kaya dan berpengaruh, digambarkan sebagai sosok keras, fokus pada fakta dan keadilan.
Ia melakukan interogasi pribadi pada Woo-gyeom, yang tampak mengetahui banyak hal tentang dirinya melalui internet.
Woo-gyeom mengaku telah mengeksekusi 17 korban dan mengembangkan obat untuk penyakit tak tersembuhkan, namun Cha tetap teguh menuntut keadilan.
Upaya Jaksa Cha untuk menemukan sisa mayat agar Woo-gyeom tidak menggunakan mereka sebagai alat negosiasi berhasil, meski menimbulkan kontroversi publik karena dianggap membuang-buang sumber daya polisi.
Drama moral dan strategi hukum mulai terlihat semakin rumit.
Akhir Episode: Bayangan Masa Depan yang Menegangkan
Episode ini ditutup dengan penemuan mayat terakhir, Hong Jae-gwang, serta pasien yang berhasil disembuhkan, Sang-woo, anak penderita polio.
Woo-gyeom menuntut kesepakatan hukum: Jaksa Cha harus membuktikan di pengadilan bahwa ia bisa menyembuhkan penyakit tak tersembuhkan tanpa pisau bedah.
Ketegangan antara hukum, moralitas, dan ambisi pribadi menjadi pusat konflik.
Review Episode 1
Episode 1 Bloody Flower memulai cerita dengan kuat dan gelap.
Penonton disuguhi dunia horor pembunuhan berantai yang dibumbui eksperimen medis kejam.
Ryeoun tampil maksimal, menghadirkan Woo-gyeom yang psikopat sekaligus cerdas, dengan keseimbangan antara kesombongan dan rasa tulus yang menyeramkan.
Keum Sae-rok dan Sung Dong-il berperan lebih sebagai pengantar karakter, namun konflik moral dan dilema etis seperti “trolley problem” membuat penonton terpaku hingga akhir.
Tempo cerita memang lambat di beberapa bagian, terutama pencarian mayat, tetapi ketegangan tetap terjaga.
Bloody Flower Episode 1 sukses membuka misteri pembunuhan berantai di Guam, memperkenalkan karakter kompleks, dan memicu rasa penasaran untuk episode berikutnya. (jas)



