Misi Balas Dendam Terakhir di Taxi Driver 3, Do-gi Berpakaian Tentara Perwira Khusus
POSTER K-DRAMA - Drama Korea Taxi Driver 3 semakin mendekati garis akhir dengan eskalasi cerita yang kian intens/ Via Soompi
AVNMEDIA.ID - Drama Korea Taxi Driver 3 semakin mendekati garis akhir dengan eskalasi cerita yang kian intens.
Salah satu sorotan terbesar muncul ketika Kim Do-gi (Lee Je-hoon) akhirnya menjalankan misi balas dendam terakhir bukan dengan identitas samaran, melainkan sebagai jati dirinya yang paling otentik: perwira pasukan khusus militer.
Dalam episode-episode menuju penutup musim, Taxi Driver 3 menghadirkan perubahan besar pada karakter Do-gi.
Ia tak lagi mengenakan jaket bomber ikonik Rainbow Transport, melainkan tampil penuh wibawa dalam seragam militer lengkap, termasuk rompi antipeluru, helm tempur, dan senapan serbu.
Transformasi ini bukan sekadar perubahan visual, tetapi menjadi simbol kembalinya Do-gi ke masa lalu yang penuh luka dan tanggung jawab.
Do-gi Kembali ke Akar: Tentara Perwira Khusus
Sebelum dikenal sebagai sopir taksi balas dendam, Kim Do-gi adalah anggota militer elit.
Fakta ini kini menjadi kunci utama alur cerita Taxi Driver 3.
Kembalinya Do-gi ke lingkungan militer bukan tanpa alasan.
Ia diliputi amarah dan kesedihan setelah mendengar kabar kematian misterius Yoo Sun-ah, mantan bawahannya yang sangat ia lindungi semasa dinas.
Kehilangan tersebut terasa semakin menghantam, mengingat Do-gi sebelumnya juga telah kehilangan sang ibu.
Trauma lama kembali terbuka, dan Do-gi memilih jalan paling berbahaya: mengungkap kebenaran sendiri di tengah sistem militer yang tertutup rapat.
Nuansa Film Militer yang Lebih Gelap dan Realistis
Dari sisi visual, Taxi Driver 3 menampilkan nuansa yang jauh lebih gelap dibanding musim sebelumnya.
Adegan Do-gi menyusup ke bangunan terbengkalai, berjaga dengan senjata, hingga mengemudikan truk militer di malam hari menghadirkan atmosfer layaknya film aksi militer kelas atas.
Sorotan kamera pada ekspresi Do-gi yang dingin dan penuh tekad mempertegas bahwa misi kali ini bukan sekadar balas dendam biasa.
Ini adalah pertempuran personal melawan sistem, kebohongan, dan pengkhianatan yang terorganisir.
Misi Terakhir yang Paling Berbahaya
Sebagai layanan balas dendam terakhir di musim ketiga, konflik ini terasa memiliki bobot emosional paling besar.
Penonton dibuat bertanya-tanya: strategi apa yang akan Do-gi gunakan untuk menembus tembok keamanan militer?
Sejauh mana ia akan melangkah demi keadilan bagi orang-orang yang telah ia kehilangan?
Dengan taruhannya yang semakin tinggi, Taxi Driver 3 tak hanya menyuguhkan aksi, tetapi juga refleksi tentang keadilan, loyalitas, dan harga yang harus dibayar ketika kebenaran dikubur oleh kekuasaan.
Satu hal yang pasti, Kim Do-gi versi perwira khusus adalah wujud paling brutal, emosional, dan berbahaya sepanjang sejarah Taxi Driver. (jas)



