Luar Biasanya Pasar Daur Ulang Baterai EV China, Nilai Kini Tembus Rp1.170 Triliun

Daur ulang baterai EV China - Pasar daur ulang baterai di China berkembang pesat karena dua jalur utama pemrosesan. Pertama adalah cascade utilization, yakni pemanfaatan baterai bekas untuk fungsi sekunder seperti penyimpanan energi. Kedua, material recycling, yaitu pengambilan kembali logam penting

AVNMEDIA.ID -  Industri kendaraan listrik (EV) China kembali menunjukkan skalanya yang luar biasa.

Tak hanya mendominasi produksi mobil listrik dunia, pasar daur ulang baterai EV China kini mencatat nilai fantastis yang menembus USD 78 miliar atau sekitar Rp1.170 triliun.

Angka tersebut berasal dari data Qianzhan Industry Research Institute, yang mencatat lonjakan aktivitas daur ulang seiring meningkatnya jumlah baterai kendaraan listrik yang memasuki masa akhir pakai, ditambah pengawasan regulasi yang makin ketat dari pemerintah China.

Daur Ulang Baterai Jadi Pilar Baru Industri EV China

Pasar daur ulang baterai di China berkembang pesat karena dua jalur utama pemrosesan.

Pertama adalah cascade utilization, yakni pemanfaatan baterai bekas untuk fungsi sekunder seperti penyimpanan energi.

Kedua, material recycling, yaitu pengambilan kembali logam penting seperti litium, nikel, dan kobalt.

Kedua jalur ini membentuk rantai industri lengkap, mulai dari pengumpulan baterai bekas, pemrosesan, hingga pemanfaatan ulang material di sektor manufaktur.

Rantai Industri Didukung Raksasa Otomotif dan Tambang

Industri ini ditopang oleh pemain besar di berbagai lini.

Di hulu, terdapat nama-nama raksasa seperti CATL, BYD, Shanxi Coking, hingga Yunnan Tin.

Di sektor tengah, perusahaan daur ulang seperti Huayou Cobalt, Ganfeng Lithium, dan GEM memegang peran penting dalam pengolahan material.

Sementara itu, sektor hilir diisi oleh perusahaan produsen material baterai dan metalurgi serbuk yang mengolah hasil daur ulang menjadi bahan baku baru.

 

Kapasitas Daur Ulang Terus Membengkak

Hingga 2024, tercatat 156 perusahaan di China telah mengantongi izin resmi untuk mengolah baterai lithium-ion bekas.

Total kapasitas pengolahan nominalnya mencapai 423,3 juta ton per tahun. Untuk baterai timbal-asam, kapasitas terdaftar bahkan menyentuh 1,47 miliar ton per tahun.

Besarnya kapasitas ini mencerminkan kesiapan China dalam menghadapi gelombang baterai EV pensiun dalam beberapa tahun ke depan.

Material Daur Ulang Bernilai Lebih Tinggi

Menariknya, nilai ekonomi material hasil daur ulang justru lebih besar.

Pada 2024, penjualan material baterai lithium hasil daur ulang mencapai USD 31 miliar, sementara daur ulang timbal menyumbang USD 59 miliar.

Total nilai penjualan material daur ulang mencapai USD 90 miliar atau sekitar Rp1.350 triliun.

Proyeksi 2030: Bisa Tembus Rp4.200 Triliun

Ke depan, pasar ini diproyeksikan makin eksplosif. Qianzhan memperkirakan nilai pasar daur ulang baterai EV China akan menembus USD 139 miliar (Rp2.085 triliun) pada 2030.

Sementara nilai penjualan material daur ulang berpotensi melampaui USD 280 miliar atau sekitar Rp4.200 triliun.

Didukung kebijakan pemerintah, standarisasi pengumpulan baterai, dan pengetatan praktik daur ulang ilegal, sektor ini diprediksi menjadi salah satu tulang punggung baru ekosistem EV China.

Pasar daur ulang baterai kini bukan sekadar pelengkap industri kendaraan listrik, melainkan ladang ekonomi raksasa yang menentukan masa depan rantai pasok energi global. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business Tren Pasta Gigi Pemutih Meningkat, Pasar Global Diprediksi Tembus USD 12,7 Miliar
by Adrian Jasman2026-01-08 11:34:18

Tren pasta gigi pemutih tumbuh pesat, konsumen urban kini pilih produk less abrasive yang aman.

image
Business BYD Tegas Baterai LFP Tetap Jadi Standar Mobil Listrik, Aspek Keselamatan Jadi Alasan Utama
by Adrian Jasman2026-01-07 14:10:00

BYD tegaskan baterai LFP tetap jadi standar mobil listrik, utamakan keselamatan.