Kronologi Kontroversi Ha Young, Aktris Pemeran Our Sticky Love, dari Pernyataan soal Keluarga hingga Permintaan Maaf
Kronologi Kontroversi Ha Young, Aktris Drakor Our Sticky Love
AKTRIS KOREA - Kronologi Kontroversi Ha Young, Aktris Pemeran Our Sticky Love/ Kolase: AVNMEDIA.ID
AVNMEDIA.ID - Nama Ha Young, pemeran utama drama Our Sticky Love, tengah menjadi sorotan setelah cerita mengenai keluarganya memunculkan kembali pembahasan tentang sosok kakek buyutnya, An Sang-ho.
Kontroversi tersebut bermula ketika Ha Young membicarakan keluarganya yang memiliki tradisi sebagai dokter selama empat generasi.
Setelah identitas kakek buyutnya diketahui, sejumlah catatan sejarah mengenai An Sang-ho pada masa pendudukan Jepang di Korea kembali diperbincangkan.
Pihak Ha Young sempat membantah tudingan yang beredar.
Namun, sehari kemudian agensinya mengubah pernyataan setelah mengonfirmasi adanya catatan yang mencantumkan An Sang-ho sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916.
Di tengah polemik tersebut, ayah Ha Young juga memberikan penjelasan mengenai sejarah keluarganya.
Lantas, bagaimana kronologi kontroversi Ha Young hingga akhirnya berdampak pada aktivitas promosi Our Sticky Love?
Berawal dari Pernyataan Ha Young soal Keluarga

Kontroversi bermula dari penampilan Ha Young dalam program KBS2 Problem Child in House pada 7 Agustus 2026.
Dalam acara tersebut, Ha Young membicarakan keluarganya yang memiliki latar belakang kedokteran selama beberapa generasi.
Ia menyebut kakek buyut, kakek, dan ayahnya sebagai dokter, sehingga keluarganya dikenal memiliki tradisi medis hingga empat generasi.
Ha Young juga menceritakan bahwa kakek buyutnya pernah mempelajari ilmu kedokteran Barat di Jepang sebelum membuka praktik di Korea.
Ia turut menyebut bahwa sang kakek buyut pernah menangani Raja Gojong.
Cerita tersebut kemudian membuat publik menelusuri sosok dokter yang dimaksud.
Ia kemudian diketahui sebagai An Sang-ho (1872–1927), dokter yang pernah menempuh pendidikan kedokteran di Jepang.
Riwayat An Sang-ho Mulai Jadi Sorotan
Setelah identitas An Sang-ho dikaitkan dengan keluarga Ha Young, sejumlah catatan sejarah mengenai dirinya kembali diperbincangkan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah catatan yang mencantumkan An Sang-ho sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916.
Keterlibatan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar munculnya perdebatan mengenai aktivitas An Sang-ho pada masa pendudukan Jepang.
Sejumlah catatan dari masa tersebut juga kembali dibahas, termasuk pemberitaan Maeil Shinbo yang menyoroti kehidupan keluarga An Sang-ho dan konteks hubungan Jepang-Korea pada masa kolonial.
Namun, catatan sejarah tersebut perlu ditempatkan dalam konteksnya.
Keberadaan seseorang dalam sebuah organisasi atau munculnya namanya dalam suatu dokumen tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh aktivitas dan pandangan orang tersebut sepanjang hidupnya.
Karena itu, istilah seperti “dugaan aktivitas pro-Jepang” atau “riwayat yang menjadi perdebatan” lebih tepat digunakan daripada memberikan kesimpulan mutlak mengenai seluruh kehidupan An Sang-ho.
Mengapa Riwayat Ini Sensitif bagi Publik Korea Selatan?

Pembahasan mengenai An Sang-ho menjadi sensitif karena berkaitan dengan periode pendudukan Jepang di Korea pada 1910–1945.
Periode tersebut merupakan bagian penting dari sejarah Korea Selatan dan masih memiliki makna yang kuat dalam kehidupan masyarakat hingga sekarang.
Dalam kasus ini, perhatian publik muncul setelah adanya catatan mengenai keterlibatan An Sang-ho dalam Daejeong Chinmokhoe pada 1916.
Catatan tersebut kemudian memunculkan perdebatan mengenai bagaimana aktivitasnya pada masa tersebut seharusnya dipahami.
Kontroversi juga berkembang hanya beberapa hari sebelum 15 Agustus, yang diperingati di Korea Selatan sebagai Gwangbokjeol atau Hari Pembebasan. Momentum tersebut membuat isu yang berkaitan dengan sejarah masa pendudukan Jepang mendapat perhatian lebih besar.
Meski demikian, penting untuk tidak menggeneralisasi pandangan seluruh masyarakat Korea Selatan.
Respons terhadap suatu catatan sejarah dapat berbeda, dan dalam kasus An Sang-ho sendiri terdapat perbedaan pandangan mengenai bagaimana sosok tersebut seharusnya dinilai.
Agensi Ha Young Sempat Membantah Tudingan
.webp)
Ketika pembahasan mengenai An Sang-ho semakin berkembang pada 10 Agustus, agensi Ha Young, Bistus Entertainment, memberikan klarifikasi.
Agensi mengonfirmasi bahwa An Sang-ho memang merupakan kakek buyut Ha Young. Namun, pihak agensi saat itu menyatakan bahwa tudingan mengenai aktivitas pro-Jepang yang beredar secara daring tidak berdasar.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah informasi mengenai catatan sejarah An Sang-ho kembali diperiksa.
Ayah Ha Young Buka Suara soal Sejarah Keluarga
.webp)
Di tengah kontroversi, ayah Ha Young turut memberikan penjelasan mengenai sosok An Sang-ho.
Dalam wawancara yang diberitakan pada 11 Agustus, ayah Ha Young menyampaikan permintaan maaf atas kekhawatiran yang muncul.
Ia menjelaskan bahwa keluarga selama ini tidak mengenal An Sang-ho sebagai sosok yang berpihak kepada Jepang.
Menurut penjelasan yang disampaikan keluarga, An Sang-ho pernah belajar kedokteran di Jepang dan memiliki hubungan dengan Pangeran Uihwa.
Ia disebut pernah memberikan perawatan kepada sang pangeran sebelum kemudian kembali ke Korea.
Ayah Ha Young juga menjelaskan latar belakang pernikahan An Sang-ho dengan perempuan Jepang berdasarkan cerita yang diwariskan dalam keluarga.
Penjelasan tersebut dimaksudkan untuk memberikan konteks mengenai bagaimana keluarga selama ini mengenal sosok An Sang-ho.
Namun, di saat yang sama, sang ayah menyatakan bahwa keluarga kini akan kembali mempelajari kehidupan An Sang-ho secara lebih teliti.
Penjelasan Ayah Ha Young Kembali Jadi Perhatian
.webp)
Pernyataan ayah Ha Young kemudian memunculkan pembahasan baru mengenai cara menjelaskan hubungan Jepang dan Korea pada masa tersebut.
Sejumlah laporan menyoroti penggunaan istilah yang berkaitan dengan aneksasi Jepang-Korea dalam penjelasan tersebut.
Hal ini membuat diskusi tidak hanya berfokus pada catatan mengenai An Sang-ho, tetapi juga pada bagaimana sejarah tersebut dijelaskan oleh keluarga Ha Young.
Meski begitu, inti dari pernyataan ayah Ha Young adalah bahwa keluarga selama ini memiliki pemahaman tersendiri mengenai kehidupan An Sang-ho dan kini bersedia memeriksa kembali informasi tersebut dengan lebih hati-hati.
Agensi Mengubah Pernyataan dan Meminta Maaf

Perkembangan penting berikutnya terjadi pada 11 Agustus.
Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Bistus Entertainment mengonfirmasi bahwa memang terdapat catatan yang mencantumkan An Sang-ho sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916.
Agensi kemudian meminta maaf karena sebelumnya memberikan jawaban bahwa tudingan tersebut tidak berdasar tanpa melakukan verifikasi yang cukup.
Pihak agensi juga menyampaikan bahwa Ha Young merasa berat hati karena pembahasan mengenai sejarah keluarganya berkembang menjadi kontroversi.
Ha Young melalui agensi menyatakan akan lebih berhati-hati dan rendah hati dalam menghadapi situasi tersebut.
Perubahan pernyataan inilah yang kemudian menjadi salah satu bagian paling banyak dibicarakan dalam kontroversi tersebut.
Sejarawan Minta Publik Tidak Terburu-buru Menyimpulkan
.webp)
Di tengah perdebatan, muncul pula pandangan yang meminta publik berhati-hati dalam memberikan label terhadap An Sang-ho.
Sejarawan Shim Yong-hwan mengatakan bahwa memberikan label “pro-Jepang” secara mutlak berdasarkan sejumlah catatan yang ada perlu dilakukan dengan hati-hati.
Ia mengakui adanya hal-hal yang patut dikritisi, termasuk keterlibatan An Sang-ho dalam Daejeong Chinmokhoe dan penggunaan keluarganya dalam pemberitaan atau propaganda pada masa kolonial.
Namun, menurutnya, keberadaan seseorang dalam sebuah organisasi saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa orang tersebut melakukan tindakan kolaborasi dengan pemerintahan kolonial Jepang secara aktif.
Ia menilai diperlukan pemeriksaan lebih menyeluruh mengenai tindakan konkret dan konteks kehidupannya.
Pandangan tersebut memberikan konteks tambahan bahwa perdebatan mengenai An Sang-ho bukan sekadar persoalan hitam dan putih, melainkan juga menyangkut bagaimana catatan sejarah ditafsirkan.
Kontroversi Berdampak pada Promosi Our Sticky Love
.webp)
Polemik mengenai sejarah keluarga Ha Young kemudian ikut berdampak pada aktivitas profesionalnya.
Sejumlah agenda promosi Our Sticky Love yang melibatkan Ha Young dilaporkan dibatalkan atau mengalami perubahan.
Dampaknya bahkan mulai merembet pada aktivitas lain yang berkaitan dengan proyek sang aktris.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena Our Sticky Love sedang tayang dan menjadi salah satu proyek penting Ha Young sebagai pemeran utama bersama Jung Hae-in.
Dengan demikian, kontroversi yang awalnya bermula dari cerita mengenai empat generasi dokter dalam keluarga Ha Young akhirnya berkembang menjadi persoalan yang turut memengaruhi aktivitas promosinya sebagai aktris.
Perkembangan Terbaru Kontroversi Ha Young
.webp)
Hingga 12 Agustus 2026, pembahasan mengenai riwayat An Sang-ho masih berlangsung.
Selain catatan mengenai Daejeong Chinmokhoe dan berbagai dokumen dari masa kolonial, informasi lama mengenai keluarga An Sang-ho juga kembali bermunculan di internet.
Salah satunya adalah tulisan dari 2013 yang dibuat oleh seseorang yang mengaku sebagai keturunan An Sang-ho dan kembali dibagikan di tengah kontroversi.
Namun, tulisan lama dari pengguna internet tersebut sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sumber utama untuk menyimpulkan fakta sejarah.
Informasi tersebut lebih tepat disebut sebagai bagian dari perkembangan perbincangan publik.
Di sisi lain, pandangan sejarawan yang meminta kehati-hatian juga menjadi bagian penting dari perkembangan terbaru.
Artinya, pembahasan mengenai An Sang-ho masih berlangsung dan belum seharusnya disederhanakan menjadi satu kesimpulan tunggal.
Pada akhirnya, kontroversi ini perlu dibedakan menjadi dua hal: catatan sejarah mengenai An Sang-ho dan posisi Ha Young sebagai keturunannya.
Ha Young tidak hidup pada periode sejarah tersebut, sehingga riwayat leluhur tidak dapat secara otomatis disamakan dengan tindakan pribadi sang aktris.
Untuk saat ini, keluarga Ha Young menyatakan akan kembali mempelajari sejarah An Sang-ho dengan lebih hati-hati, sementara perdebatan mengenai bagaimana riwayat tersebut seharusnya dipahami masih terus berkembang. (tan)





