Kronologi Kasus Clavicular, Influencer as yang Didakwa Pemerkosaan
Clavicular Jadi Sorotan, Ini Kasus Pemerkosaan yang Menjeratnya
Clavicular Jadi Sorotan, Ini Kronologi Kasus Hukum yang Dihadapinya / Foto: The Spectator
AVNMEDIA.ID - Influencer asal Amerika Serikat, Braden Peters atau yang dikenal dengan nama Clavicular, kembali menjadi sorotan setelah menghadapi dakwaan pidana terkait dugaan pemerkosaan di Massachusetts, Amerika Serikat.
Clavicular dikenal sebagai kreator konten yang aktif membahas looksmaxxing, sebuah tren internet yang berfokus pada berbagai cara untuk meningkatkan penampilan fisik.
Namanya semakin dikenal melalui aktivitas livestream di media sosial.
Kasus terbaru yang dihadapi Clavicular berkaitan dengan dugaan kejadian yang berlangsung pada Mei 2025 di Chatham, Massachusetts.
Berdasarkan laporan Associated Press (AP), Peters menghadapi dakwaan terkait dugaan pemerkosaan, pemberian zat untuk memfasilitasi aktivitas seksual, serta pemberian minuman beralkohol kepada seseorang yang berusia di bawah 21 tahun.
Dakwaan tersebut diajukan pada September 2026 setelah proses penentuan probable cause. Peters dijadwalkan menjalani proses persidangan awal di Orleans District Court pada Oktober 2026.
Kronologi Kasus Clavicular
Menurut laporan kepolisian yang dikutip AP, seorang remaja berusia 17 tahun mengaku mengenal Peters melalui Instagram.
Remaja tersebut kemudian disebut terlibat dalam pembuatan konten livestream yang berkaitan dengan looksmaxxing.
Dalam keterangannya kepada polisi, remaja tersebut menyatakan bahwa Peters mengetahui usianya.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap dugaan kejadian tersebut, termasuk meninjau sejumlah rekaman livestream yang berkaitan dengan malam ketika peristiwa itu diduga terjadi.
Perlu dicatat, informasi tersebut berasal dari laporan kepolisian dan dokumen perkara.
Dakwaan tidak sama dengan putusan bersalah. Peters masih memiliki hak untuk membela diri dan membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Bukan Kasus Hukum Pertama
Dakwaan terbaru di Massachusetts bukan satu-satunya persoalan hukum yang pernah dikaitkan dengan Clavicular.
Pada 2026, Peters juga menghadapi gugatan perdata di Florida. Menurut CBS News, seorang kreator konten mengajukan gugatan yang antara lain memuat tuduhan battery, penipuan, serta intentional infliction of emotional distress.
Gugatan tersebut juga memuat tuduhan mengenai tindakan yang disebut terjadi dalam sebuah livestream. Peters membantah tuduhan yang tercantum dalam gugatan tersebut.
Selain gugatan perdata, Peters sebelumnya ditangkap di Fort Lauderdale pada Maret 2026 berdasarkan surat perintah yang berkaitan dengan penyelidikan di Osceola County.
Perkara tersebut dilaporkan berhubungan dengan dugaan misdemeanor battery dan konspirasi melakukan battery.
Pada Mei 2026, Peters juga dilaporkan menghadapi perkara lain terkait dugaan penembakan seekor aligator di Florida.
Siapa Sebenarnya Clavicular?
Clavicular merupakan nama internet yang digunakan Braden Peters. Ia menjadi salah satu figur yang cukup dikenal dalam komunitas looksmaxxing di media sosial.
Kontennya berfokus pada penampilan fisik dan berbagai bentuk self-improvement.
Aktivitasnya di media sosial, terutama livestream, membuat namanya memperoleh perhatian luas sekaligus memunculkan sejumlah kontroversi.
Associated Press melaporkan bahwa Peters menggambarkan looksmaxxing sebagai bentuk pengembangan diri.
Ia juga pernah membantah memiliki hubungan dengan komunitas incel.
Status Hukum Clavicular
Kasus terbaru di Massachusetts masih berada dalam proses hukum.
Karena itu, berbagai informasi mengenai perkara tersebut perlu disampaikan dengan istilah seperti “didakwa”, “dituduh”, atau “menghadapi dakwaan”, bukan menyatakan bahwa Peters telah terbukti melakukan tindak pidana.
Selain itu, beberapa perkara yang melibatkan Peters merupakan kasus yang berbeda dan memiliki proses hukum masing-masing.
Gugatan perdata di Florida, perkara battery, perkara terkait aligator, serta dakwaan pidana terbaru di Massachusetts tidak dapat dianggap sebagai satu perkara yang sama.
Perkembangan selanjutnya akan ditentukan melalui proses pengadilan, termasuk bukti dan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.
Bagi pembaca Indonesia, kasus Clavicular menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas influencer di media sosial dapat berkembang menjadi persoalan hukum ketika muncul dugaan pelanggaran hukum.
Namun, setiap tuduhan tetap perlu dibedakan dari fakta yang telah terbukti secara hukum. (san)





