Kenaikan Biaya Medis Bikin Masyarakat Khawatir, Allianz Dorong Evaluasi Proteksi Kesehatan
Inflasi_Medis_Picu_Kenaikan_Biaya_Kesehatan/ Allianz Indonesia
AVNMEDIA.ID - Kenaikan biaya kesehatan akibat inflasi medis menjadi tantangan baru bagi masyarakat dalam menjaga stabilitas finansial keluarga.
Di tengah lonjakan tarif layanan kesehatan yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, masyarakat kini didorong untuk lebih cermat menyiapkan perlindungan kesehatan jangka panjang.
Perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan, Allianz Indonesia, menilai inflasi medis di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi ini menyebabkan biaya perawatan dan pengobatan naik lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5 persen.
Data World Bank mencatat pengeluaran kesehatan per kapita Indonesia meningkat dari sekitar US$118 pada 2019 menjadi sekitar US$132 pada 2023.
Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat sekaligus mahalnya biaya perawatan medis.
Tak hanya itu, data internal Allianz Indonesia periode 2020–2025 menunjukkan lonjakan signifikan rata-rata biaya per kasus sejumlah penyakit serius.
Penyakit jantung tercatat meningkat hingga 219 persen, stroke 169 persen, kanker 179 persen, DBD 183 persen, dan typhoid 116 persen.
Menurut Allianz, tren tersebut menjadi perhatian karena penyakit kritis seperti stroke, jantung, dan kanker kini tidak lagi hanya dialami kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak menyerang usia produktif.
Chief Product Officer Allianz Life Indonesia, Cheang Khai Au, mengatakan kenaikan biaya medis bukan hanya berdampak pada industri kesehatan, tetapi juga memengaruhi cara masyarakat mempersiapkan perlindungan finansial.
“Di tengah inflasi medis yang terus meningkat, Allianz berkomitmen membantu masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi. Kami juga mengimbau nasabah untuk rutin meninjau manfaat perlindungan yang dimiliki agar tetap sesuai dengan kebutuhan kesehatan saat ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (22/5/2026).
Allianz mengingatkan masyarakat untuk mulai melakukan evaluasi perlindungan kesehatan secara berkala, memahami kembali cakupan polis yang dimiliki, hingga mempertimbangkan skema deductibles agar perlindungan tetap berkelanjutan dan biaya premi lebih terukur.
Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak terburu-buru menghentikan polis kesehatan tanpa perencanaan matang karena berpotensi menimbulkan risiko finansial di masa depan. Pergantian polis ke perusahaan asuransi baru juga dapat membuat nasabah kembali menjalani masa tunggu manfaat tertentu.
Allianz menilai perlindungan kesehatan kini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi sudah menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Sebagai bagian dari strategi menghadapi kenaikan biaya medis, Allianz Indonesia menghadirkan produk Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical yang diklaim lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat saat ini. (jas)
- Gula Berlebih Picu Gigi Berlubang, usmile Optical White Klaim Lindungi Enamel dengan Dextranase
- Sepanjang 2025, Klaim Rp10,7 Triliun Dibayarkan IFG Life & Mandiri Inhealth
- Survei Sun Life Ungkap Kesenjangan Pensiun di Indonesia: Pilihan vs Kewajiban
- Ubah Resolusi Jadi Aksi: 5 Kebiasaan Kunci Menuju Finansial yang Lebih Stabil





