Justin Bieber hingga BTS Tampil di Halftime Show Piala Dunia 2026, Kenapa Malah Tuai Pro Kontra?
Penampilan Halftime Show Piala Dunia 2026
PENAMPILAN - Shakira, BTS, hingga Justin Bieber di halftime show Piala Dunia 2026/Kolase: AVNMEDIA.ID
AVNMEDIA.ID - Final Piala Dunia 2026 tak hanya mencatat sejarah lewat pertandingan puncaknya, tetapi juga karena untuk pertama kalinya menghadirkan halftime show seperti Super Bowl.
Pertunjukan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial karena menuai reaksi beragam dari penonton.
Halftime show yang dikurasi oleh vokalis Coldplay, Chris Martin, menghadirkan sederet musisi papan atas dunia, mulai dari Madonna, BTS, Justin Bieber, Shakira, Burna Boy, hingga penampilan spesial dari karakter The Muppets dan aktor Jason Sudeikis sebagai Ted Lasso.
Madonna hingga BTS Buka Pertunjukan Spektakuler

Pertunjukan dibuka dengan Madonna yang tampil memasuki lapangan dari lorong stadion dan langsung disambut sorak-sorai ribuan penonton.
Selanjutnya, konduktor Gustavo Dudamel memimpin penampilan The Muppets membawakan lagu ikonik Seven Nation Army.

Setelah itu, BTS mengambil alih panggung dengan membawakan lagu hit mereka, Dynamite, yang sukses membakar semangat penonton.
Jason Sudeikis kemudian muncul sebagai karakter Ted Lasso sebelum "memasukkan" Justin Bieber ke atas panggung.
Penyanyi asal Kanada itu membawakan lagu Everything Hallelujah dengan lirik yang sedikit diubah untuk memasukkan tema Piala Dunia.
.webp)
Di penghujung acara, Shakira bersama Burna Boy membawakan lagu tema resmi Piala Dunia berjudul Dai Dai yang diiringi puluhan penari latar.
Pertunjukan kemudian ditutup dengan penampilan paduan suara anak-anak bersama Chris Martin dan sejumlah artis lainnya yang menyanyikan lagu bertema perdamaian dan cinta.
Menuai Pujian, Tapi Durasi Jadi Sorotan
Tak sedikit penonton yang memuji konsep halftime show perdana ini. Banyak yang menilai penampilannya lebih hidup dan mudah dinikmati dibanding beberapa pertunjukan olahraga besar lainnya.
Namun, tak sedikit pula yang mengkritik durasi jeda pertandingan yang dianggap terlalu panjang.
Transisi dari akhir babak pertama hingga dimulainya babak kedua disebut memakan waktu sekitar 27 menit.
Mantan pesepak bola Inggris, Wayne Rooney, bahkan memberikan komentar pedas saat siaran BBC dengan menyebut pertunjukan tersebut "buruk".
Meski begitu, sebagian besar penggemar tetap menganggap eksperimen FIFA menghadirkan halftime show berjalan cukup sukses.
Alur pertunjukan dinilai rapi, penampilan para artis menghibur, dan tidak terasa berlarut-larut meski menjadi pengalaman baru dalam sejarah Final Piala Dunia.
Kini, halftime show perdana tersebut diprediksi akan menjadi acuan bagi FIFA untuk penyelenggaraan Final Piala Dunia di masa mendatang, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih besar antara dunia olahraga dan industri hiburan global. (sal)





