Jakarta Concert Orchestra & BMS Bawa Harmoni Nusantara, Tampil Memukau di Festival Musik Internasional Ankara ke-40

Keterangan photo: Avip Priatna konduktor Jakarta Concert Orchestra / HO to Avnmedia.id

AVNMEDIA.ID - Jakarta Concert Orchestra (JCO) bersama Batavia Madrigal Singers (BMS) sukses mencuri perhatian dunia dalam penampilan mereka di Festival Musik Internasional Ankara ke-40 yang digelar di CSO Ada Ankara, Turki.

Konser ini menjadi pembuka tur Eropa 2026 yang membawa kekayaan musik Indonesia ke panggung internasional.

Dipimpin oleh Maestro Avip Priatna, penampilan ini disambut meriah oleh lebih dari 1.000 penonton yang memenuhi gedung konser dan memberikan standing ovation panjang setelah pertunjukan berakhir.

Harmoni Nusantara Guncang Panggung Ankara

Dalam konser berdurasi sekitar 90 menit, JCO dan BMS menghadirkan rangkaian karya musik Indonesia yang dikemas dalam aransemen orkestra dan paduan suara yang megah.

Beberapa karya yang dibawakan antara lain Overture Fatahillah karya Fero Aldiansya Stefanus, variasi Sepasang Mata Bola karya Ismail Marzuki, hingga Tanah Air karya Ibu Sud.

Atmosfer konser semakin hidup saat lagu-lagu daerah seperti Sik-Sik Sibatumanikam, Rampak Melayu, Bubuy Bulan, hingga Rek Ayo Rek dibawakan dengan sentuhan orkestra modern.

Puncak emosional terjadi ketika lagu Indonesia Pusaka mengisi panggung, menghadirkan suasana haru baik di atas maupun di luar panggung.

Sebagai penutup, lagu Lisoi dibawakan sebagai encore dan langsung disambut tepuk tangan panjang dari seluruh penonton.

Kolaborasi Musisi Indonesia Tampil Solid

Penampilan ini turut diperkuat oleh sejumlah musisi dan solois, di antaranya James Napoleon Lai (piano), Nino Ario Wijaya (klarinet), Giovani Biga (biola), serta Metta F. Ariono dan Marini Widyastari (flute & piccolo).

Vokal juga diperkuat oleh Farman Purnama (tenor) dan Valentina Aman (mezzo-sopran), bersama seluruh anggota Batavia Madrigal Singers.

Festival ini sendiri diikuti oleh lebih dari 800 talenta dari 17 negara dan menjadi bagian dari European Festivals Association (EFA), yang telah berlangsung sejak 1993.

Standing Ovation dan Diplomasi Budaya Indonesia

Ketua Panitia Festival, Pinar Alpay Yuksel, menyebut kehadiran JCO dan BMS sebagai bentuk nyata music diplomacy yang mempererat hubungan antarbangsa.

“Bagi kami, festival ini adalah bentuk music diplomacy yang terus terjaga karena adanya persahabatan dan hubungan baik antarnegara,” ujarnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, yang turut hadir dalam konser tersebut juga memberikan apresiasi tinggi atas penampilan musisi Indonesia.

“Saya bahkan menitikkan air mata saat mereka membawakan Indonesia Pusaka. Penonton terlihat sangat menikmati dan memberikan apresiasi luar biasa terhadap kekayaan musik Indonesia yang ditampilkan malam ini,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami semua bangga Indonesia.”

Avip Priatna: Musik Indonesia Harus Mendunia

Maestro Avip Priatna menegaskan bahwa partisipasi JCO dan BMS dalam festival ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan musik Indonesia ke panggung global.

“Kami berharap repertoar dari para komponis Indonesia dapat semakin dikenal dan juga dimainkan oleh orkestra di berbagai negara,” ujarnya.

Awal Tur Eropa 2026 JCO & BMS

Penampilan di Ankara menjadi pembuka rangkaian tur Eropa 2026. Setelah Turki, JCO dan BMS dijadwalkan melanjutkan penampilan ke Amsterdam pada 15 April, Basel pada 17 April, dan Roma pada 21 April 2026.

Tur ini tidak hanya menjadi rangkaian konser, tetapi juga bagian dari diplomasi budaya Indonesia yang membawa identitas dan kekayaan Nusantara ke panggung dunia. (jas)

 


 
 

Related News
Recent News
image
Entertainment Crunchyroll Bawa Bintang Chainsaw Man Kikunosuke Toya ke Thailand, Fans Siap Heboh!
by Adrian Jasman2026-04-16 10:53:38

Crunchyroll bawa Kikunosuke Toya ke AFA Thailand 2026, fans Chainsaw Man siap bertemu Denji VA.

image
Entertainment Roblox Rilis Fitur Makeup Avatar, Bikin Karakter Makin Ekspresif dan Personal
by Adrian Jasman2026-04-07 11:00:00

Roblox luncurkan Makeup Avatar, buka cara baru kustomisasi avatar dan ekspresi diri Gen Z.