Dari Skincare hingga Perbankan, Perusahaan Jaga Jarak dengan Cha Eun-Woo di Tengah Isu Penghindaran Pajak
Brand besar menjauh dari Cha Eun-woo
PAJAK - Cha Eun-woo ASTRO menghadapi dampak serius setelah perusahaan besar menarik kontrak iklan karena kasus penghindaran pajak/ Foto: IG (@eunwo.o_c)
AVNMEDIA.ID - Industri hiburan Korea Selatan kembali diguncang isu serius yang melibatkan Cha Eun-woo, anggota ASTRO sekaligus aktor papan atas.
Sejumlah perusahaan besar mulai menjaga jarak dan menghentikan kerja sama komersial setelah muncul dugaan penghindaran pajak dengan nilai mencapai ₩20,0 miliar atau sekitar USD 14,0 juta, atau jika dirupiahkan setara sekitar Rp234 miliar.
Langkah ini memperlihatkan dampak nyata skandal tersebut terhadap reputasi dan aktivitas profesional Cha Eun-woo di dunia periklanan.
Gelombang Penghentian Kerja Sama Iklan Terus Meluas
Menurut laporan OSEN pada (27/1/2026), SSG.com diketahui telah memprivatkan sejumlah video yang menampilkan Cha Eun-woo di kanal YouTube resmi mereka.
Cha Eun-woo sebelumnya ditunjuk sebagai model eksklusif kategori kecantikan oleh platform e-commerce tersebut sejak tahun lalu.
Meski pihak SSG.com tidak memberikan penjelasan resmi terkait alasan pemrivatan konten, langkah tersebut diyakini berkaitan langsung dengan dugaan penghindaran pajak yang kini tengah disorot publik.
Langkah SSG.com bukanlah kasus tunggal. Sejumlah merek dari berbagai sektor telah lebih dahulu mengambil tindakan serupa.
Brand perawatan kulit Abib memprivatkan video iklan serta unggahan promosi yang melibatkan Cha Eun-woo.
Tindakan itu kemudian diikuti oleh Shinhan Bank, merek fesyen Marithé François Girbaud, perusahaan edukasi Daesung MyMac, hingga pihak-pihak lain di sektor keuangan, mode, dan pendidikan.
Yang menjadi perhatian, pemutusan eksposur iklan tetap berlanjut meskipun Cha Eun-woo dan agensinya, Fantagio, telah menyampaikan pernyataan resmi.
Bahkan, Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan turut memprivatkan konten yang menampilkan Cha Eun-woo sebagai narator di kanal YouTube resmi “KFN Plus”.
Dugaan Penghindaran Pajak dan Temuan Otoritas Pajak
Kasus ini berawal dari penyelidikan intensif yang dilakukan Divisi Investigasi 4 Kantor Pajak Regional Seoul pada tahun lalu.
Penyelidikan tersebut menargetkan dugaan penghindaran pajak yang dikaitkan dengan pendirian agensi satu orang oleh ibu Cha Eun-woo.
Dalam laporan penyelidikan, disebutkan bahwa pendapatan Cha Eun-woo dibagi melalui kontrak layanan antara Fantagio, agensi milik ibunya, dan Cha Eun-woo secara pribadi.
Namun, Dinas Pajak Nasional menilai agensi tersebut sebagai perusahaan fiktif yang tidak menjalankan fungsi layanan nyata.
Otoritas pajak menyimpulkan bahwa struktur tersebut digunakan untuk membagi pendapatan dengan tujuan menurunkan beban pajak penghasilan hingga 45 persen, dengan memanfaatkan tarif pajak badan usaha yang sekitar 20 poin persentase lebih rendah dibanding pajak penghasilan pribadi. (naf)



