China Terapkan Standar Energi Wajib Mobil Listrik Mulai 2026, Konsumsi Maksimal 15,1 kWh per 100 Km
MOBIL LISTRIK - Ilustrasi mobil listrik/ Unsplash
- Standar Wajib Pertama di Dunia Mulai 2026
- Batas Konsumsi 15,1 kWh per 100 Km untuk Mobil 2 Ton
- Syarat Utama Insentif Pajak & Dampak ke Produsen
AVNMEDIA.ID - Pemerintah China akan mulai menerapkan standar nasional wajib konsumsi energi kendaraan listrik pada 1 Januari 2026.
Kebijakan ini menjadi standar wajib pertama di dunia yang secara khusus mengatur efisiensi energi mobil penumpang listrik murni.
Aturan baru tersebut menggantikan standar lama yang sebelumnya bersifat rekomendasi, sehingga kini memiliki kekuatan hukum penuh bagi seluruh model kendaraan listrik murni yang diproduksi setelah tanggal tersebut.
Batas Konsumsi Energi Diperketat
Standar yang diberi nama Energy Consumption Limits for Electric Vehicles Part 1 Passenger Cars ini menetapkan batas konsumsi listrik berdasarkan bobot kendaraan dan karakteristik teknisnya.
Untuk mobil listrik murni dengan bobot sekitar dua ton, konsumsi energi dibatasi maksimal 15,1 kilowatt-jam (kWh) per 100 kilometer.
Angka ini lebih ketat sekitar 11 persen dibandingkan standar sebelumnya.
Pemerintah China menyebutkan bahwa pembatasan ini disusun setelah mempertimbangkan efisiensi teknologi saat ini, potensi penghematan energi, pengendalian biaya produksi, serta kebutuhan pengembangan kendaraan di masa depan.
Jarak Tempuh Berpotensi Bertambah
Dengan penerapan standar baru ini, produsen diwajibkan melakukan peningkatan teknis pada kendaraan listrik yang diproduksi mulai 2026.
Otoritas menyatakan, mobil listrik dengan kapasitas baterai yang sama diperkirakan dapat mengalami peningkatan jarak tempuh hingga 7 persen, berkat konsumsi energi yang lebih efisien.
Peningkatan tersebut berasal dari perbaikan sistem kendaraan secara menyeluruh, bukan dari penambahan kapasitas baterai.
Hanya Berlaku untuk Mobil Listrik Murni
Regulasi ini hanya berlaku untuk kendaraan penumpang listrik murni (BEV). Model plug-in hybrid (PHEV) dan extended-range electric vehicle (EREV) tidak termasuk dalam aturan ini.
Namun demikian, pemerintah China juga menaikkan standar teknis untuk kendaraan PHEV dan EREV, terutama terkait jarak tempuh listrik murni minimum agar tetap memenuhi syarat insentif.
Terkait Langsung dengan Insentif Pajak
Standar konsumsi energi baru ini terhubung langsung dengan kebijakan insentif pajak pembelian kendaraan pada 2026–2027.
Mobil listrik murni wajib memenuhi batas konsumsi energi terbaru agar tetap mendapatkan pembebasan pajak pembelian.
Model yang tidak memenuhi ketentuan berpotensi dikeluarkan dari daftar penerima insentif.
Kendaraan yang telah terdaftar dalam katalog pembebasan pajak hingga akhir 2025 dan sesuai dengan standar baru akan otomatis dialihkan ke katalog 2026.
Dampak ke BYD dan Produsen Besar
Bagi produsen besar China seperti BYD dan Geely, aturan ini diperkirakan tidak menimbulkan dampak besar pada model-model terbaru mereka.
Sebagian besar mobil listrik murni keluaran terbaru disebut telah memenuhi ambang batas efisiensi tersebut.
Sebaliknya, model-model lama atau kendaraan listrik berbobot besar yang belum memenuhi standar kemungkinan harus menjalani peningkatan teknis atau bahkan dihentikan produksinya.
Dengan regulasi ini, China semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin global dalam standar efisiensi kendaraan listrik, sekaligus mendorong industri otomotif untuk lebih fokus pada penghematan energi dan keberlanjutan jangka panjang. (jas)



