Cha Eun-Woo Bisa Menang Gugatan Pajak, Citra Publik Tetap Jadi Taruhan
Citra Publik Tetap Jadi Taruhan
PAJAK - Cha Eun-woo hadapi gugatan pajak dengan peluang menang, namun citra publik Tetap Rugi Secara Keseluruhan/ Foto: (@eunwo.o_c)
AVNMEDIA.ID - Isu dugaan penghindaran pajak yang menjerat anggota ASTRO sekaligus aktor papan atas Korea Selatan, Cha Eun-woo, terus menjadi perhatian publik.
Meski secara hukum ia berpeluang memenangkan gugatan melawan otoritas pajak, sejumlah pengamat menilai dampak negatif terhadap citra publik terhadapnya tetap sulit dihindari.
Kasus ini pun dipandang sebagai ujian besar dalam perjalanan karier sang bintang, baik di industri hiburan maupun di mata publik.
Cha Eun-woo saat ini menghadapi dugaan penghindaran pajak senilai lebih dari 20 miliar won atau sekitar USD 13,8 juta.
Untuk menghadapi persoalan tersebut, Cha Eun-woo telah menunjuk Sejong, salah satu dari tiga firma hukum terbesar di Korea Selatan, guna melawan Dinas Pajak Nasional (National Tax Service/NTS).
Langkah ini menunjukkan keseriusan pihak Cha Eun-woo dalam membawa kasus tersebut ke ranah hukum hingga tuntas.
Namun, di tengah potensi kemenangan secara legal, para ahli hukum menilai kerugian nonmateri justru bisa menjadi beban jangka panjang.
Reputasi sebagai figur publik dinilai lebih sulit dipulihkan dibanding sekadar menyelesaikan perkara hukum.
Peluang Menang Secara Hukum Masih Terbuka
Sejumlah analis hukum menilai Cha Eun-woo memiliki peluang untuk memenangkan gugatan pajak apabila kasus ini berlanjut ke pengadilan.
Pengacara Lee Tae Ho, dalam sebuah analisis yang diunggah oleh Roel Law Firm, menyebut bahwa Dinas Pajak Nasional kerap menafsirkan aturan pajak dengan sudut pandang yang menguntungkan negara.
Menurutnya, dalam beberapa kasus, otoritas pajak terlebih dahulu menjatuhkan pajak tambahan dalam jumlah besar, kemudian baru mempersoalkannya di pengadilan.
Praktik ini dinilai berisiko menimbulkan penetapan pajak berlebihan.
Lee juga menyoroti bahwa belakangan ini, sejumlah firma hukum besar berhasil memenangkan gugatan melawan Dinas Pajak Nasional dalam kasus serupa.
Meski demikian, ia menekankan bahwa hasil akhir tetap harus ditunggu hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Potensi kesalahan penetapan pajak masih menjadi faktor kunci yang bisa menguntungkan pihak Cha Eun-woo.
Citra Publik Jadi Kerugian Terbesar Cha Eunwoo
Di luar persoalan hukum, pengamat menilai dampak terhadap citra publik Cha Eun-woo justru menjadi kerugian terbesar.
Lee Tae Ho mengungkapkan bahwa sebagian besar selebritas biasanya memilih menyelesaikan sengketa pajak melalui kesepakatan dengan otoritas pajak demi meminimalkan risiko reputasi.
Dalam kasus Cha Eun-woo, penolakan untuk menandatangani kesepakatan awal diduga menjadi pemicu dijatuhkannya pajak tambahan oleh Dinas Pajak Nasional.
Meski langkah tersebut sah secara hukum, konsekuensinya adalah sorotan publik yang semakin tajam kepada Cha Eun-woo.
Bahkan jika Cha Eun-woo berhasil memenangkan gugatan pajak di kemudian hari, persepsi publik dinilai sulit berubah.
Label sebagai selebritas yang terseret isu penghindaran pajak berpotensi terus melekat, termasuk setelah ia menyelesaikan wajib militernya.
Fokus Investigasi dan Pernyataan Resmi Cha Eunwoo
Saat ini, Dinas Pajak Nasional tengah menyoroti struktur pendapatan Cha Eun-woo yang dinilai tidak wajar.
Penyelidikan difokuskan pada kontrak jasa dan pembagian keuntungan antara agensi Fantagio dengan Perusahaan A, yang diketahui didirikan oleh ibu Cha Eun-woo.
Otoritas pajak mencurigai perusahaan tersebut sebagai perusahaan cangkang tanpa aktivitas bisnis nyata.
Menanggapi polemik yang berkembang, Cha Eun-woo telah menyampaikan pernyataan resmi.
Cha Eun-woo menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kekhawatiran yang muncul dan mengaku tengah melakukan refleksi mendalam terkait sikapnya terhadap kewajiban perpajakan sebagai warga negara Korea Selatan.
Kasus ini menegaskan bahwa bagi seorang figur publik, kemenangan di ruang sidang belum tentu sejalan dengan kemenangan di mata publik.
Bagi Cha Eun-woo, hasil akhir perkara pajak ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang bagaimana kepercayaan publik dapat dipertahankan di tengah kontroversi besar. (naf)



