Cerita Cosplayer Samarinda, Ungkap soal Hobi hingga Biaya Buat Kostum yang Budgetnya Tak Besar-besar Amat
Muhammad Reza Pahlevi bersama koleksi kostum cosplay yang dia buat beserta properti kelengkapannya/ Foto: AVNMEDIA.ID
AVNMEDIA.ID - Cosplayer Samarinda, Muhammad Reza Pahlevi ceritakan perjalanan hobinya mendapat banyak tropy hingga membawanya ke kancah nasional.
Tak kurang 14 tahun Muhammad Reza Pahlevi tekuni hobi jejepangannya itu.
Ialah menjadi seorang cosplayer, dimana dia harus menirukan serta memperagakan karakter sesuai aslinya.
Penggunaan kostum karakter itu jarang dijumpai oleh khalayak umum.
Pria yang akrab dipanggil Reza ini menceritakan hobinya yang berawal dari mengenal komunitas jejepangan ini hingga membuat dirinya menetap serius menjadi seorang cosplayer.
"Masuk dunia jejepangan 2007, di salah satu komunitas di Samarinda, selanjutnya saya mencoba cosplayer masuk tahun 2010 dengan mengembangkan konsep original (milik sendiri)," ucapnya.
Reza bersama teman-temannya membentuk sebuah tim jejepangan bernama Revolution Fantasy Cosplayer Team (RFCT) Samarinda.
"Terdiri dari beberapa orang yaitu Anggi, Aroen , April, Andi, Sony Dedi dan Putra," tegasnya.
Reza juga ceritakan semenjak tahun 2011 hingga 2012 mereka masih mengembangkan pembuatan kostum sendiri menggunakan bahan bekas karena dapat menghemat biaya.
"Kami pakai ember, plastik atau pipa paralon bekas selama bisa kami gunakan untuk gunakan kostum yang sesuai sebelum menggunakan bahan eva foam (busa hati)," tegasnya.
Reza sampaikan selama tim mereka mengikuti perlombaan, para cosplayer semakin berkembang dan meningkat dilihat dari kehadiran mereka setiap acara jejepangan ini.
"Sejak 2013 perlahan peminat makin bertambah berbarengan pihak penyelenggara yang mengadakan lomba serta mengundang kumunitas ini beberapa bulan sekali," ucap Reza.
Ditanya seberapa banyak kostum yang mereka buat Reza pun blak-blakan.
"Kalau saya pribadi ada 10 lebih untuk temen-teman lain saya lupa berapa banyak karena yang rusak sudah saya buang sebagian," ungkapnya.
Reza juga tambahkan untuk kostum yang mereka buat memiliki keunikan tersendiri serta tidak memerlukan budget yang besar.
"Karena jaman dulu kami gunakan bahan seadanya dengan biaya secukupnya yang telah dipadu menjadi sebuah kostum menghasilkan karakter original ciptaan kami , tidak mencontoh karakter game maupun anime yang telah diciptakan," tegas Reza.
Menoreh beberapa prestasi bersama dengan timnya, 27 tropi telah mereka raih selama 14 tahun terakhir menekuni dunia percosplayan ini.
"Alhamdulilah kami 2017 mewakili Kaltim dari Samarinda tampil di Jakarta event terbesar jejepangan pada masa itu," ucapnya.
"Berkat doa teman-teman semua, tim RFCT yang diwakili oleh Aroen dan Anggi saat di sana mendapatkan gelar Best Story Line, dan untuk saya,. juara di mata Lomba Costwalknya," tutupnya. (dil)




