BYD Mau Luncurkan Sub-Merek Baru, Empat Model Diajukan! Apa Namanya?
Linghui e5 - Dengan meluncurkan Linghui, BYD tampaknya ingin mengikuti pendekatan serupa. Sub-merek ini diproyeksikan fokus pada armada komersial dan ride-hailing, sementara merek utama BYD tetap menjaga citra sebagai produsen kendaraan listrik dan hybrid untuk pasar konsumen pribadi/ Via Car News C
AVNMEDIA.ID - Raksasa otomotif asal China, BYD, bersiap meluncurkan sub-merek baru sebagai bagian dari strategi bisnisnya di tengah tekanan pasar domestik.
Informasi ini terungkap setelah BYD mengajukan pendaftaran empat model kendaraan ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT).
Sub-merek baru tersebut bernama Linghui, yang ditandai dengan logo anyar serta jajaran model yang berbeda dari lini utama BYD.
Langkah ini dinilai sebagai upaya BYD memisahkan citra kendaraan komersial dari model premium yang menyasar konsumen pribadi.
Empat Model Linghui Resmi Diajukan
Dalam dokumen resmi MIIT, tercatat empat model yang akan berada di bawah merek Linghui, yaitu:
Keempat model ini bukan benar-benar kendaraan baru.
Sebagian besar dibangun menggunakan platform mobil BYD yang sudah ada, namun dikemas ulang dengan identitas merek berbeda.
Linghui e5, misalnya, diketahui berbasis BYD Qin Plus EV, sementara Linghui e9 mengadopsi struktur dan desain dari BYD Han.
Adapun Linghui M9 menjadi model terbesar dan satu-satunya yang menggunakan sistem plug-in hybrid (PHEV).
Strategi Pisahkan Citra Ride-Hailing
Analis menilai kehadiran sub-merek Linghui tidak lepas dari masalah citra BYD di pasar domestik China.
Sejumlah model BYD, seperti e5 dan e7, sangat populer sebagai kendaraan ride-hailing karena harga terjangkau dan efisiensi tinggi.
Namun, penggunaan masif di sektor transportasi online kerap memberi dampak negatif pada persepsi konsumen.
Merek yang terlalu identik dengan ride-hailing sering kali dianggap “murah”, sehingga menyulitkan penjualan mobil di segmen menengah hingga premium.
Beberapa produsen otomotif China bahkan mengalami penurunan penjualan akibat fenomena ini.
Sebaliknya, merek seperti Geely dinilai sukses mengelola risiko tersebut dengan memisahkan kendaraan ride-hailing melalui brand khusus.
BYD Ikuti Strategi Brand Separation
Dengan meluncurkan Linghui, BYD tampaknya ingin mengikuti pendekatan serupa.
Sub-merek ini diproyeksikan fokus pada armada komersial dan ride-hailing, sementara merek utama BYD tetap menjaga citra sebagai produsen kendaraan listrik dan hybrid untuk pasar konsumen pribadi.
Langkah ini juga dinilai penting bagi BYD untuk menjaga daya saing model-model bernilai tinggi seperti BYD Han dan BYD Tang, yang selama ini kurang cocok digunakan sebagai kendaraan transportasi online.
Jika strategi ini berjalan mulus, Linghui berpotensi menjadi penopang volume penjualan BYD tanpa mengorbankan positioning merek utamanya di pasar kendaraan listrik China. (jas)



