BYD Gaspol Terapkan ADAS God’s Eye, 2,3 Juta Kendaraan Sudah Dibekali Sistem Kemudi Pintar
BYD - Hingga November 2025, tercatat sekitar 2,3 juta kendaraan BYD telah dibekali sistem kemudi pintar tersebut/ CarnewsChina
- Sudah Dipakai 2,3 Juta Kendaraan
- Berbasis Data Masif, Update Tanpa Ganti Hardware
- Bukan Cuma Mobil Premium
- Berita seputar BYD bisa diakses di link ini
AVNMEDIA.ID - Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, kian agresif mengembangkan teknologi bantuan mengemudi canggih atau Advanced Driver Assistance System (ADAS) melalui sistem andalannya, God’s Eye.
Hingga November 2025, tercatat sekitar 2,3 juta kendaraan BYD telah dibekali sistem kemudi pintar tersebut.
Dalam paparan kepada investor pada 30 Desember 2025, BYD menegaskan komitmennya untuk menggulirkan God’s Eye ke seluruh lini kendaraan, mulai dari model entry-level hingga premium.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi “National Smart Driving”, yang menargetkan percepatan adopsi teknologi berkendara pintar di pasar massal.
BYD menyebut penerapan ADAS God’s Eye didukung oleh tiga kekuatan utama, yakni basis data cloud kendaraan terbesar di Tiongkok, tim rekayasa kendaraan listrik terbesar di dunia, serta kapasitas produksi kendaraan energi baru berskala raksasa.
Kombinasi ini memungkinkan sistem terus disempurnakan secara real time berbasis data penggunaan di lapangan.
Sepanjang November 2025 saja, BYD berhasil menjual sekitar 311 ribu unit kendaraan yang sudah dilengkapi God’s Eye.
Armada kendaraan tersebut secara kolektif menghasilkan lebih dari 150 juta kilometer data berkendara berbantuan setiap hari, yang digunakan untuk meningkatkan algoritma sistem tanpa perlu pembaruan perangkat keras.
Menariknya, God’s Eye dirancang dengan arsitektur bertingkat.
Versi berfitur lengkap disematkan pada model kelas atas, sementara varian yang lebih ekonomis diterapkan pada kendaraan menengah dan entry-level.
Strategi ini berbeda dari sebagian produsen lain yang masih membatasi teknologi ADAS tingkat lanjut hanya untuk mobil premium.
Pendekatan BYD dinilai mampu mempercepat penetrasi kendaraan pintar, khususnya di kawasan perkotaan dan kota-kota berkembang di Tiongkok, di mana kebutuhan mobilitas cerdas terus meningkat.
Sejumlah analis menilai skala pemasangan yang besar memberi BYD keunggulan dalam pengumpulan data nyata untuk validasi dan optimalisasi sistem.
Meski demikian, BYD belum mengungkapkan detail teknis lanjutan maupun jadwal penerapan God’s Eye untuk tiap model secara spesifik.
Perusahaan lebih menekankan tujuan jangka panjang: membuat teknologi ADAS semakin terjangkau dan relevan bagi konsumen arus utama.
Dengan lebih dari dua juta kendaraan sudah terhubung sistem kemudi pintar, langkah BYD ini mempertegas ambisinya menjadi pemain utama dalam ekosistem smart driving global. (jas)



