Berawal dari Konten Pandemi, Melali Bali Ubah Media Sosial Jadi Mesin Koneksi dengan Wisatawan
Konten, interaksi, dan komunitas kemudian menjadi bagian dari perjalanan bisnis/ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Pandemi sempat membuat bisnis pariwisata Bali berada di titik sulit. Ketika wisatawan tidak bisa datang, Melali Bali justru memilih cara berbeda untuk tetap menjaga hubungan dengan calon pelanggannya: membawa suasana Bali ke layar ponsel.
Dari situlah strategi digital Melali Bali berkembang.
Brand perjalanan di bawah PT Bersama Melali Bali tersebut awalnya membuat konten untuk menjawab kerinduan masyarakat terhadap Pulau Dewata. Namun, aktivitas yang dimulai saat pandemi itu kemudian berkembang menjadi cara baru membangun koneksi dengan pecinta Bali di dunia digital.
Langkah tersebut dilakukan ketika pariwisata Bali kembali menunjukkan pertumbuhan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat 605.013 kunjungan wisatawan mancanegara langsung ke Bali pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat 4,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pertumbuhan kunjungan tersebut membuka kembali peluang bisnis pariwisata, sekaligus memperbesar kebutuhan wisatawan terhadap informasi perjalanan yang autentik.
Bagi Melali Bali, hubungan dengan wisatawan tidak harus dimulai ketika mereka tiba di Bali.
Dari Agen Perjalanan ke Konten Digital
Melali Bali telah menjalankan bisnis perjalanan sejak 2010 melalui situs melalibali.com.
Layanan yang ditawarkan mencakup berbagai kebutuhan wisatawan, mulai dari paket wisata Bali, paket bulan madu, sewa mobil dengan pengemudi, voucher hotel, hingga aktivitas wisata.
Namun, pandemi mengubah situasi bisnis pariwisata secara drastis.
Ketika mobilitas wisatawan terhenti, Melali Bali memilih memanfaatkan kanal digital untuk mempertahankan hubungan dengan masyarakat.
Konten mulai diproduksi melalui TikTok, Instagram, YouTube, dan Facebook.
Isinya bukan semata-mata promosi paket wisata.
Melali Bali menampilkan suasana Bali, jalanan, alam, hingga berbagai aktivitas sehari-hari. Tujuannya sederhana: membuat orang yang belum bisa datang tetap dapat menikmati suasana Bali secara virtual.
Strategi tersebut kemudian menghasilkan respons dari audiens.
Melali Bali melihat bahwa masyarakat bukan hanya ingin melihat destinasi, tetapi juga ingin berinteraksi dan berbagi pengalaman mengenai Bali.
Dari respons tersebut, muncul pengembangan format konten berupa live streaming keliling Bali melalui akun TikTok @melalibali.
Live Streaming Jadi Cara Baru Menjaga Kedekatan dengan Wisatawan
Melalui siaran langsung, penonton diajak menyusuri berbagai kawasan Bali secara real time.
Format tersebut menciptakan interaksi yang berbeda dibandingkan konten video biasa.
Penonton dapat langsung berkomentar, bertanya, maupun menceritakan pengalaman mereka saat pernah mengunjungi Bali.
Sebagian bahkan membagikan kerinduan dan nostalgia ketika melihat jalan atau lokasi yang pernah mereka datangi.
Sales Manager PT Bersama Melali Bali, Ayu Dian, mengatakan konten digital awalnya dibuat untuk membawa suasana Bali kepada masyarakat yang belum dapat berkunjung selama pandemi.
Namun, interaksi yang muncul kemudian berkembang menjadi hubungan yang lebih dekat dengan audiens.
“Pada masa pandemi, kami ingin tetap membawa suasana Bali kepada siapa pun yang sedang merindukannya. Ternyata, melalui konten dan live streaming, kami tidak hanya membagikan pemandangan Bali, tetapi juga membangun interaksi yang hangat dengan banyak orang yang memiliki kenangan tersendiri di sini,” ujar Ayu.
Bagi Melali Bali, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjalanan wisata dapat dimulai jauh sebelum wisatawan menginjakkan kaki di destinasi.
Cerita mengenai sebuah tempat, inspirasi perjalanan, bahkan rasa rindu terhadap destinasi dapat terbentuk melalui konten digital.
Ketika Wisatawan Kembali, Hubungan Digital Tetap Dipertahankan
Kembali meningkatnya mobilitas wisatawan menjadi momentum bagi pelaku bisnis pariwisata Bali untuk menghubungkan kembali audiens digital dengan layanan perjalanan secara langsung.
Melali Bali memilih mempertahankan strategi tersebut.
Konten digital kini tidak hanya berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan Bali, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertahankan komunikasi dengan calon wisatawan.
Ketika seseorang mulai merencanakan perjalanan, informasi yang sebelumnya mereka temukan melalui media sosial dapat menjadi bagian dari proses menentukan destinasi, aktivitas, hingga kebutuhan perjalanan.
Di sisi bisnis, pola tersebut membuka ruang bagi brand perjalanan untuk hadir sejak tahap inspirasi hingga tahap transaksi.
Melali Bali kemudian tetap menyediakan berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk paket wisata Bali, perjalanan bulan madu, transportasi, akomodasi, dan aktivitas wisata.
Pariwisata Bali Kembali Bergairah, Persaingan Brand Ikut Berubah
Kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi sinyal positif bagi ekosistem pariwisata Bali.
Namun, pulihnya mobilitas wisatawan juga membuat persaingan antarpelaku usaha semakin terbuka.
Brand perjalanan tidak hanya bersaing dari sisi harga dan pilihan paket wisata.
Kemampuan membangun hubungan dengan calon wisatawan sebelum mereka melakukan perjalanan juga menjadi semakin penting.
Pengalaman Melali Bali memperlihatkan salah satu pendekatan tersebut.
Apa yang bermula dari kebutuhan untuk tetap menghadirkan Bali selama pandemi justru berkembang menjadi aset komunikasi digital.
Konten, interaksi, dan komunitas kemudian menjadi bagian dari perjalanan bisnis.
Melali Bali pun melihat bahwa wisatawan saat ini tidak hanya mencari produk perjalanan. Mereka juga mencari cerita, informasi, pengalaman, dan koneksi dengan destinasi sebelum memutuskan untuk berangkat.
Dengan mobilitas wisatawan yang kembali meningkat, Melali Bali berencana melanjutkan aktivitas digital sekaligus memperkuat layanan perjalanan di Bali.
Bagi bisnis pariwisata, pengalaman tersebut menunjukkan satu hal penting: ketika wisatawan belum bisa datang secara fisik, sebuah brand tetap dapat membangun hubungan dengan mereka secara digital. Dan ketika wisatawan kembali datang, hubungan tersebut dapat menjadi modal bisnis. (jas)
- TERASI 2026 Hadir di Jakarta, Tampilkan Karya 60 Ilustrator Lokal
- Nuanu Gelar Gastronomy Leaders 2.0, Bidik Bali Jadi Destinasi Kuliner Kelas Dunia
- BCA Digital Borong Empat Penghargaan HR Asia Awards 2026, Pertahankan Predikat Tempat Kerja Terbaik di Asia
- DFI Retail Nusantara Catat Kinerja Solid pada 2025, IKEA dan Guardian Jadi Motor Pertumbuhan





