Beli Tesla di China Harus Tunggu Hingga Februari 2026 untuk Pengiriman, Ini Model-modelnya
UNIT TESLA - Dari empat varian Tesla Model 3 yang dijual di China, dua di antaranya kini memiliki estimasi pengiriman Februari 2026/ Via Cnevpost
AVNMEDIA.ID - Membeli mobil listrik Tesla di China kini tak lagi bisa instan.
Sejumlah model Tesla dilaporkan mengalami perpanjangan waktu tunggu pengiriman hingga Februari 2026, terutama untuk varian tertentu dari Tesla Model 3 dan Model Y.
Kondisi ini menjadi sorotan di tengah penurunan penjualan Tesla di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.
Berdasarkan informasi terbaru dari situs resmi Tesla China, sebagian konsumen harus bersabar lebih lama jika memesan kendaraan dengan konfigurasi khusus.
Tesla Model 3: Dua Varian Tunggu Hingga Februari 2026
Dari empat varian Tesla Model 3 yang dijual di China, dua di antaranya kini memiliki estimasi pengiriman Februari 2026.
Salah satunya adalah Model 3 Long Range Rear-Wheel Drive (RWD), yang baru saja mengalami penyesuaian waktu tunggu.
Varian ini dibanderol mulai RMB 259.500 atau sekitar Rp570 jutaan, menjadikannya varian termurah kedua dalam jajaran Model 3.
Sebelumnya, waktu tunggu model ini relatif lebih singkat sebelum akhirnya diperpanjang ke awal 2026.
Sementara itu, Model 3 Performance, yang merupakan varian termahal, juga tetap memiliki estimasi pengiriman pada Februari 2026.
Adapun dua varian lainnya—yakni Model 3 Standard Range dan Model 3 Long Range AWD—masih menunjukkan waktu tunggu sekitar 4–6 minggu, tanpa perubahan signifikan hingga saat ini.
Tesla Model Y: Hampir Semua Varian Kirim Awal 2026
Tak hanya Model 3, Tesla Model Y juga terdampak.
Seluruh konfigurasi kustom Model Y tercatat memiliki waktu tunggu hingga Februari 2026, kecuali varian paling dasar yang masih dijadwalkan dikirim pada Januari 2026.
Kondisi ini menandakan tingginya tekanan pada lini produksi dan distribusi Tesla di China, terutama untuk model-model dengan spesifikasi tertentu.
Unit Stok Masih Tersedia, Tesla Imbau Konsumen
Meski waktu tunggu pemesanan kustom semakin panjang, Tesla China menegaskan bahwa unit stok siap kirim masih tersedia.
Konsumen yang memilih kendaraan dari stok disebut bisa mendapatkan mobil sebelum akhir tahun.
Tesla juga aktif mendorong pembelian unit inventori sejak 20 November, sebagai upaya mempercepat pengiriman sekaligus menghindari dampak kebijakan pajak baru.
Pajak NEV Naik, Beli Tahun Depan Lebih Mahal
Faktor lain yang turut memengaruhi keputusan pembelian adalah kebijakan pengurangan insentif pajak kendaraan energi baru (NEV) di China mulai tahun depan.
Konsumen yang menerima kendaraan pada 2026 berpotensi menghadapi biaya pajak lebih tinggi dibanding pembeli yang mendapatkan mobil sebelum akhir 2025.
Dari sisi kinerja pasar, Tesla mencatat penjualan ritel 73.145 unit pada November, turun 0,47 persen secara tahunan, menurut data China Passenger Car Association (CPCA).
Penurunan ini menjadi yang kelima berturut-turut dalam lima bulan terakhir.
Secara kumulatif, penjualan Tesla di China sepanjang Januari–November mencapai 531.855 unit, turun 7,37 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dengan waktu tunggu yang semakin panjang dan tekanan pasar yang meningkat, membeli Tesla di China kini bukan hanya soal harga, tetapi juga soal strategi waktu. (jas)



