Bad Bunny Tantang Rekor Kendrick Lamar, Siapa Raja Baru Super Bowl?
KOLASE - Bad Bunny dan Kendrick Lamar/ Kolase oleh Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Persaingan menuju panggung tertinggi Super Bowl Halftime Show kini tak lagi sekadar soal aksi panggung spektakuler.
Perang sesungguhnya terjadi pada angka penonton—siapa yang mampu mencetak rekor dan mengukir sejarah baru.
Di tengah sorotan terhadap Bad Bunny sebagai headliner terbaru, rekor penonton tertinggi sepanjang masa saat ini masih dipegang oleh Kendrick Lamar.
Rekor Baru 2025: Kendrick Lamar Tembus 133,5 Juta Penonton
Penampilan Kendrick Lamar di Super Bowl Halftime Show 2025 resmi menjadi yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah dengan sekitar 133,5 juta penonton.
Angka tersebut melampaui rekor legendaris Michael Jackson pada 1993 yang mencatat 133,4 juta penonton.
Rekor ini menegaskan dominasi era modern dalam sejarah tontonan Super Bowl.
Kini, jumlah audiens tidak hanya dihitung dari siaran televisi, tetapi juga dari streaming digital yang memperluas jangkauan global secara signifikan.
Di Mana Posisi Bad Bunny?
Bad Bunny diproyeksikan mampu meraih lebih dari 130 juta penonton.
Jika proyeksi tersebut terealisasi, ia berpotensi menembus tiga besar sepanjang masa.
Namun untuk menggeser Kendrick Lamar dari posisi puncak, Bad Bunny harus melampaui angka 133,5 juta—target yang tidak mudah, meski popularitasnya sangat besar secara global.
Top 5 Super Bowl Halftime Show Paling Banyak Ditonton
Berikut daftar lima penampilan dengan jumlah penonton tertinggi:
- Kendrick Lamar (2025) — 133,5 juta
- Michael Jackson (1993) — 133,4 juta
- Usher (2024) — 129,3 juta
- Rihanna (2023) — 121,0 juta
- Katy Perry (2015) — 121,0 juta
Dari data tersebut terlihat bahwa selisih di papan atas sangat tipis.
Perbedaan ratusan ribu hingga satu juta penonton saja bisa mengubah posisi dalam klasemen sepanjang masa.
Faktor Penentu: Kontroversi dan Dampak Global
Penampilan Bad Bunny memicu beragam respons, mulai dari pujian atas representasi musik Latin hingga kritik dari sebagian penonton.
Dalam sejarah Super Bowl, kontroversi sering kali justru meningkatkan rasa penasaran publik dan mendongkrak angka penonton ulang melalui replay dan streaming.
Jika jumlah penonton akhirnya menembus rekor, itu bukan sekadar kemenangan personal.
Lebih dari itu, hal tersebut menjadi simbol kuatnya pengaruh musik Latin dalam industri hiburan global.
Akankah Rekor Baru Tercipta?
Dengan selisih yang sangat tipis dari rekor tertinggi, peluang Bad Bunny untuk menyalip Kendrick Lamar tetap terbuka.
Namun, semuanya bergantung pada angka resmi yang dirilis penyelenggara.
Satu hal yang pasti: persaingan Super Bowl Halftime Show kini bukan hanya soal kualitas panggung, melainkan juga tentang perang angka penonton dalam sejarah hiburan dunia.
Mampukah Bad Bunny mencetak sejarah baru di panggung Super Bowl? Kita tunggu hasil resminya. (sal)




