Alasan Arsjad Rasjid Pilih Legowo Keluar dari Lantai 29 Gedung Menara Kadin, Sebut Hindari Keributan: Malu, Kita Ini Pengusaha
Arsjad Rasjid saat berbincang dengan Andy F Noya/ Foto: YT @MetroTV
AVNMEDIA.ID - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid blak-blakan soal kantor di Gedung Menara Kadin di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Dia akui, bahwa pihaknya sempat diusir dari kantor Kadin yang ada di Lantai 3, 24 dan 29 di gedung 32 lantai itu.
Kronologi pun dia ceritakan saat berbincang dalam program Kick Andy Double Check, ditonton tim redaksi Jumat (20/9/2024) pada YouTube Metro TV.
"Lantai 29 Kadin, yang biasa saya disana, dikatakanlah sudah diambil alih. Kaget juga sih, karena prosesnya juga agak mengagetkan," kata Arsjad Rasjid menjawab pertanyaan Andy F Noya soal kantor Kadin saat ini.
"Kemarin sempat diusir, waktu kami mau buat press conference, ternyata diusir," lanjutnya lagi.
Ditanya soal alasan mengapa dirinya sudah tak bisa lagi berkantor di Gedung Menara Kadin itu, juga turut dijelaskan Arsjad Rasjid.
"Kalau ditanyakan di sana, ternyata teman-teman di sana waktu kita mau ambil barang, dia bilang kami bawa kuasa. Kuasa dari siapa ya? Ada seorang pribadi kuasanya. Karena katanya lantai tersebut memang milik pribadi orang tersebut," kata Arsjad Rasjid.
Sudah keluar dari Gedung Menara Kadin, disampaikan Arsjad Rasjid bukan berarti dirinya seakan-akan atas inisiatif sendiri keluar dari sana.
Dirinya memutuskan keluar dari gedung itu, karena ingin hindari konflik secara fisik.
"Yang kami avoid adalah keributan. Kami tak mau ada keributan. Malu bang, kita ini pengusaha. kita ini bukan preman, kita ini bukan apa-apa bang. Jadi kita ingin proses itu dengan baik," ucapnya.
"Bukannya kami menyerah, kami tak ingin keributan. Karena yang hadir itu orang-orang yang bukan orang Kadin," katanya.
Setelah keluar dari Lantai 29, dan ingin melakukan konferensi pers di Lantai 3, ternyata kejadian yang sama juga terulang, yakni diusir oleh pihak-pihak yang dikatakan Arsjad bukanlah orang-orang Kadin.
"Eh, ternyata diusir juga. Teman-teman sekretariat yang biasa kerja di situ, tidak boleh keluar oleh oknum-oknum. Dan disitu kelihatan, banyak orang-orang yang badannya, aduh gitu, menakutkan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Kondisi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mulai bergejolak.
Hal ini tak lepas dari munculnya Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa) yang menetapkan anak Aburizal Bakrie, Anindya Bakrie sebagai Ketum Kadin menggantikan Arsjad Rasjid.
Keputusan Munaslub itu muncul sejak Satu (14/9/2024), di mana dikabarkan dalam Munaslub itu, secara aklamasi dari 28 ketua-ketua Kadin di daerah menyepakati terpilihnya Anindya Bakrie.
Namun, tak lama usai itu, muncul lagi adanya penolakan dari puluhan Kadin yang ada pada kubu Arsjad Rasjid, perihal keputusan dari Munaslub itu.
Tercatat, beberapa penolakan itu datang dari Kadin Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Kemudian, ada dari Kadin Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, NTT, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Papua Barat Daya.
“Penolakan tersebut dilandasi pertimbangan bahwa munaslub digelar tanpa mengikuti ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Indonesia,” demikian pernyataan resmi Kadin yang dirilis Sabtu (14/9). (jas)





