FILM

7 Fun Fact Film Niu Lai, Animasi “Jelek” yang Malah Viral di China

Ini fakta unik di balik viralnya film animasi Niu Lai.

Animasi asal Tiongkok yang bikin warganet penasaran / Foto: globaltimes.cn

AVNMEDIA.ID - Film animasi China Niu Lai (牛来) menjadi salah satu film yang paling mencuri perhatian di China pada 2026.

Bukan karena visualnya yang dianggap spektakuler, melainkan karena film ini justru ramai dibicarakan setelah sejumlah penonton dan warganet menilai animasinya terlihat sederhana dan “jelek”.

Ironisnya, komentar tersebut malah membuat semakin banyak orang penasaran. Film yang awalnya hampir tidak memiliki penonton kemudian berubah menjadi fenomena di bioskop dan media sosial.

Di balik popularitasnya, ternyata ada sejumlah fakta menarik tentang Niu Lai yang membuat perjalanan film ini semakin unik. Berikut tujuh fun fact film Niu Lai yang menarik untuk diketahui.

1. Judul Niu Lai punya arti yang berkaitan dengan sapi

Niu Lai ditulis sebagai 牛来 dalam bahasa Mandarin. Kata “niu” merujuk pada sapi atau lembu, sedangkan “lai” berarti datang.

Karena itu, judul Niu Lai secara sederhana dapat dimaknai sebagai “sapi datang”. Nama tersebut terasa cocok karena karakter utama dalam film ini memang seekor anak sapi.

Judul tersebut juga kemudian menjadi bahan permainan kata di internet. Karakter sapi dalam film membuat Niu Lai semakin mudah dikenali dan dijadikan meme oleh warganet.

2. Sapi sebagai karakter utama punya alasan tersendiri

Pemilihan sapi sebagai tokoh utama ternyata bukan keputusan yang sepenuhnya acak.

Sutradara Niu Lai, Xin Yumeng, mulai mengembangkan proyek film tersebut pada 2021. Karakter sapi memiliki kaitan dengan unsur budaya dan kehidupan pribadi sang pembuat film.

Sapi juga mempunyai posisi penting dalam budaya China, termasuk dalam sistem shio. Hal tersebut membuat pemilihan karakter sapi memiliki makna tersendiri dibandingkan jika pembuat film hanya memilih hewan secara sembarangan.

Karakter utama yang sederhana tersebut kemudian menjadi salah satu ikon paling mudah dikenali dari Niu Lai.

3. Niu Lai dibuat oleh ibu dan anak

Salah satu fakta paling menarik mengenai Niu Lai adalah siapa yang berada di balik pembuatannya.

Film ini dikerjakan oleh Xin Yumeng dan ibunya, Sun Lifang. Keduanya menjadi bagian penting dari proses produksi film yang pengerjaannya berlangsung selama sekitar lima tahun.

Xin Yumeng berperan sebagai sutradara, sementara Sun Lifang terlibat dalam penulisan. Keduanya juga ikut mengerjakan pengisi suara.

Hal ini cukup berbeda dari produksi animasi layar lebar pada umumnya yang biasanya melibatkan tim besar dengan berbagai departemen khusus.

4. Proses produksinya memakan waktu sekitar lima tahun

Meski Niu Lai terlihat sederhana secara visual, proses pembuatannya ternyata tidak berlangsung singkat.

Film tersebut dikerjakan selama kurang lebih lima tahun. Selama periode tersebut, para pembuatnya mengembangkan cerita, karakter, animasi, suara, serta berbagai elemen produksi lainnya.

Lamanya proses pengerjaan ini menjadi salah satu sisi menarik dari Niu Lai. Film yang kemudian diejek karena tampilannya ternyata membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan.

Dengan kata lain, visual sederhana yang terlihat di layar tidak berarti proses pembuatannya berlangsung dengan cepat.

5. Promosi Niu Lai sangat berbeda dari film blockbuster

Niu Lai tidak datang ke bioskop dengan kampanye promosi besar seperti film animasi blockbuster.

Ketika pertama kali dirilis, perhatian terhadap film ini sangat kecil. Jumlah penontonnya bahkan sangat rendah pada masa awal penayangan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah bioskop harus mencari cara sendiri untuk menarik perhatian terhadap film.

Poster dan materi promosi sederhana kemudian ikut muncul dan menjadi bagian dari fenomena Niu Lai.

Situasi tersebut terasa ironis karena keterbatasan promosi yang awalnya menjadi kelemahan justru kemudian membuat film terlihat semakin unik di mata publik.

6. Poster buatan bioskop ikut menjadi bahan pembicaraan

Ketika Niu Lai mulai mendapatkan perhatian, sejumlah bioskop dilaporkan membuat materi promosi sendiri.

Poster yang dibuat dengan cara sederhana tersebut kemudian ikut dibicarakan di internet. Bagi sebagian orang, poster tersebut justru terasa lebih menarik dibandingkan materi promosi film yang dibuat dengan konsep pemasaran besar.

Hal tersebut menjadi contoh bagaimana keterbatasan produksi dan pemasaran dapat berubah menjadi bagian dari identitas sebuah film.

Niu Lai akhirnya tidak hanya dikenal karena filmnya, tetapi juga karena berbagai materi promosi sederhana yang muncul setelah film tersebut mulai viral.

7. Film yang awalnya hampir tidak laku justru menjadi viral

Perubahan nasib Niu Lai menjadi fakta yang paling mengejutkan.

Pada awal penayangannya, film ini hampir tidak mendapatkan penonton. Namun, setelah potongan adegan, komentar, dan meme mengenai kualitas animasinya menyebar di media sosial, rasa penasaran masyarakat mulai meningkat.

Orang-orang yang sebelumnya tidak mengetahui Niu Lai kemudian mencari tahu tentang film tersebut. Sebagian bahkan datang ke bioskop hanya untuk melihat sendiri film yang sedang ramai dibicarakan.

Dari sinilah efek snowball (bola salju) terjadi. Semakin banyak orang membicarakan Niu Lai, semakin banyak pula orang yang penasaran.

Film yang awalnya nyaris tenggelam akhirnya berubah menjadi fenomena box office.

Pada akhirnya, Niu Lai menjadi contoh unik bagaimana sesuatu yang awalnya dianggap sebagai kelemahan justru dapat berubah menjadi kekuatan.

Animasi yang disebut “jelek”, promosi yang sederhana, dan produksi dengan tim kecil malah menjadi bagian dari identitas yang membuat film ini sulit dilupakan. (san)

Related News
Recent News
image
Trending Aktor Hong Mingi Dituduh Paksa Mantan Kekasih Aborsi, Agensi Buka Suara
by Salsa2026-08-20 13:10:04

Hong Mingi bantah tuduhan paksa aborsi dari mantan kekasih, agensi siapkan langkah hukum

image
Trending BIGBANG Genap 20 Tahun: Perjalanan Karier, Comeback hingga Tur Dunia, Tandai Kembalinya Sang Ikon K-Pop
by Intan Thania2026-08-19 12:03:03

BIGBANG genap 20 tahun dengan comeback, album baru dan tur dunia XX : COSMOS hingga Jakarta 2027.